Ahmad Ali Sebut 'Mahar' Politik Jadi Alasannya Keluar dari NasDem

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengaku keluar dari NasDem buntut mahar politik di Pilpres 2024.

Ia mengatakan mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan usai kandas memberikan mahar politik nan dimintakan Ketum Partai NasDem Surya Paloh saat itu.

"Artinya begini, ketika mahar itu tidak terpenuhi kemudian saya diperlakukan menjadi tidak pantas, tidak wajar, artinya proses pemilihan presiden, semua orang tahu pasti bahwa nan menginisiasi itu adalah saya dan kemudian saya adalah satu-satunya orang nan dimandatir oleh partai untuk menjadi penanggung jawab Pilpres. Ya cukup lah [maharnya] untuk beli, untuk bangun Tower Nasdem 2," ujar Ali dalam podcast What the Fact Politics CNN Indonesia, Jumat (19/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun menyebut keputusannya hengkang dari NasDem lebih tepat digambarkan dengan kata 'dibuang' oleh partai di bawah ketua Surya Paloh tersebut.

Ali lantas mengungkit posisinya sebagai Waketum NasDem pada saat itu, tak serta merta membuatnya mudah mendapatkan rekomendasi untuk maju di Pilgub Sulteng 2024.

"Untuk mendapatkan rekomendasi sekalipun maju sebagai Pilgub, itu sulitnya minta ampun," ucap dia.

Ia pun mengkritik NasDem nan menurutnya selama ini menyuarakan moralitas, nilai, hingga restorasi, sedangkan menurutnya pada praktiknya tidak demikian.

"Sehingga kemudian pada akhirnya saya berpikir bahwa memang saya kudu tidak lagi berada di sini," ucap dia.

Meski begitu, Ali menegaskan hubungannya secara individual dengan Surya Paloh tidak ada masalah.

Ali menyatakan dia sangat menghormati Paloh, dan menganggapnya sebagai guru.

[Gambas:Youtube]

"Dan kemudian di NasDem itu saya belajar tentang nilai dan kemudian pada akhirnya, di ujungnya, rupanya nilai nan diajarkan itu tidak konsisten kita perjuangkan, sehingga kemudian bagi saya hubungan personalnya tidak pernah ada masalah," ujar dia.

Sebelum berasosiasi dengan PSI pada September 2025. Ahmad Ali merupakan mantan pentolan NasDem. Ia berasosiasi ke NasDem pada 2013 silam.

Ali merupakan politisi asal Sulawesi Tengah. Ia memulai pekerjaan politiknya usai terpilih sebagai personil DPRD Kabupaten Morowali Periode 2009-2014 dari Partai Patriot.

Namun, pada 2013 Ali hengkang ke NasDem. Setahun setelahnya, dia mencalonkan diri sebagai personil DPR asal NasDem dari Dapil Sulawesi Tengah.

Ahmad Ali ditetapkan menjadi personil DPR RI periode 2019-2024 setelah mengantongi 152.270 bunyi sah di dapil tersebut.

(isn/mnf/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional