Jakarta - Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyebut telah mendapat pengarahan dari Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono HB (X) agar penitipan anak atau daycare nan belum berizin ditutup sementara. Saat ini, Pemkot Jogja menemukan 31 tempat daycare tak berizin di wilayahnya.
"Tadi pengarahan Ngarsa Dalem (Gubernur DIY), sudahlah, nan belum berizin untuk sementara ditutup dulu sembari diminta untuk mengusulkan perizinan. Terus pemerintah juga kudu proaktif membantu," ungkap Hasto di Kompleks Kepatihan Kota Jogja dilansir detikJogja, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, pemerintah bertanggung jawab untuk mendampingi daycare nan sudah melangkah baik. Sebab, daycare nan baik dinilai diperlukan oleh masyarakat.
"Karena tidak semua TPA (tempat penitipan anak) itu jelek, tidak semua TPA itu buruk. Banyak TPA nan bisa dipercaya dan sangat dibutuhkan masyarakat. Kalau kelak masyarakat tidak bisa mengakses TPA, itu juga bakal repot. Banyak orang bekerja, suami-istri, lampau anak mau dititipkan ke mana? nan krusial kami kudu terus mendampingi mereka agar aman," ujarnya.
Sejauh ini terdata ada 68 daycare di Kota Jogja. Dari 68 daycare itu, 31 di antaranya belum mempunyai izin spesifik.
"Sampai hari ini total nan terdata sudah 68 daycare. Dari 68 itu, nan resmi berizin ada 37, kemudian nan lainnya belum berizin," ujar Hasto.
Baca buletin selengkapnya di sini. (whn/yld)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·