Sultan HB X Bentuk Tim Usut Kasus Pelajar Tewas Dibacok usai Saling Tantang Geng

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (30/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengaku telah membentuk tim untuk mendalami kasus tewasnya seorang pelajar berinisial AA (17 tahun) di dekat Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta.

"Kita sudah membentuk tim. Tim itu sudah bekerja, mencoba mengidentifikasi, tapi kan tidak sesederhana itu (peristiwanya)," kata Sri Sultan di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (21/5).

Sultan mengatakan, tim ini tidak hanya mendalami info kepolisian tetapi juga menelusuri lingkungan dan masyarakat untuk mengetahui apa nan sebetulnya terjadi.

"Atau kenakalan biasa, alias memang seniornya itu nan membina, kita kan nggak (belum) tahu semua itu seperti itu (bagaimana detailnya)," katanya.

Ilustrasi pembunuhan. Foto: Shutterstock

Ngarsa Dalem mengatakan, sekian bulan peristiwa seperti ini sudah tidak terjadi. Maka krusial untuk mengetahui kenapa kejahatan remaja ini kembali muncul.

"Kita kan nggak tahu persis kondisi ekonomi, alias memang kenakalan biasa, kita kan nggak tahu. Ya, kita sedang mencoba mengidentifikasi," ucapnya.

Dia menambahkan, sebelumnya program Jaga Warga sudah sukses menjaga keamanan lingkungan.

"Tapi sekarang kok timbul lagi toh. Motifnya apa, ya kita kan perlu tahu, dalami itu dulu," ujarnya.

Diduga Saling Tantang Antar Geng

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia mengatakan pihaknya mengantongi ciri-ciri mobil nan menabrak pebalap World Supersport Aldi Satya Mahendra. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Dari hasil investigasi polisi, AA tewas lantaran dibacok. Tiga pelakunya juga telah ditangkap.

Pembacokan ini bermulai dari tindakan saling tantang dua geng sekolah.

"Pelaku pembacokan nan di Kridosono tadi subuh, Kasat Reskrim beserta jejeran berasosiasi juga dengan Jatanras Polda sukses mengamankan tiga orang pelaku di wilayah Cilacap," kata Kapolresta Yogya Kombes Pol Eva Guna Pandia di kantornya, Rabu (20/3).

Tiga orang ini satu berstatus pelajar dan dua lagi sudah dewasa.

"Satu orang pelajar, dua orang sudah dewasa," katanya.

Ketiganya berinisial LA, AF, dan MY. Mereka di struktur gengnya berkedudukan menjadi penyelenggara alias fighter.

Pandia mengatakan tetap ada tiga pelaku nan diburu kepolisian.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan