Ilustrasi(Dok Istimewa)
DI tengah persaingan konten digital nan semakin padat, tidak semua pembuat bisa memperkuat dengan mengandalkan konten intermezo semata. Perubahan perilaku audiens, khususnya Generasi Z, membikin kebutuhan terhadap konten nan informatif dan mempunyai nilai tambah semakin meningkat. Fenomena inilah nan menjadi perhatian kreator digital sekaligus edukator kesehatan kulit, William Adi.
Dikenal melalui akun IG @williamadi27 dan TikTok @williamadi27, William Adi konsisten menghadirkan beragam konten nan memadukan edukasi, traveling, dan komedi. Dengan puluhan ribu pengikut nan terus bertambah, dia memandang adanya perubahan besar dalam langkah generasi muda mengonsumsi info di media sosial.
Menurut William, Generasi Z sekarang tidak lagi sekadar mencari intermezo saat membuka media sosial. Mereka juga menjadikan platform digital sebagai sumber belajar, mencari referensi, hingga mengambil keputusan sebelum membeli suatu produk.
“Kalau dulu banyak orang langsung percaya pada tren nan sedang viral, sekarang generasi muda lebih kritis. Mereka mencari info lebih dulu, membandingkan beragam sumber, lampau baru mengambil keputusan,” kata William.
Perubahan pola pikir tersebut menjadi salah satu argumen kenapa dirinya memilih konsentrasi mengembangkan konten nan mengedepankan edukasi, khususnya di bagian kesehatan kulit dan style hidup.
Berawal dari Melihat Banyaknya Informasi nan Membingungkan
William mengaku ketertarikannya terhadap bumi edukasi kesehatan kulit muncul dari pengamatannya terhadap media sosial nan dipenuhi beragam info seputar skincare. Di satu sisi, kondisi tersebut memudahkan masyarakat mendapatkan referensi. Namun di sisi lain, tidak sedikit info nan justru membikin publik bingung.
Banyak pengguna media sosial nan akhirnya membeli produk hanya lantaran sedang ramai diperbincangkan tanpa memahami kebutuhan kulit mereka sendiri. Akibatnya, tidak sedikit nan merasa kecewa lantaran hasil nan diperoleh tidak sesuai harapan.
Melihat kondisi tersebut, William merasa perlu menghadirkan konten nan dapat membantu masyarakat memahami kesehatan kulit dengan langkah nan lebih sederhana.
“Saya memandang tetap banyak orang nan bingung memilih produk alias memahami kondisi kulit mereka sendiri. Karena itu saya mencoba menghadirkan edukasi nan lebih mudah dipahami dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pendekatan tersebut membikin kontennya mendapat respons positif dari audiens. Tidak hanya membahas produk, William juga sering membujuk pengikutnya memahami pentingnya mengenali kondisi kulit sebelum menentukan perawatan nan tepat.
Membangun Komunitas, Bukan Sekadar Mengumpulkan Followers
Berbeda dengan banyak pembuat nan konsentrasi mengejar jumlah pengikut, William memilih membangun sesuatu nan lebih besar, ialah komunitas.
Saat ini, dia dikenal sebagai owner dari tiga organisasi digital nan mempunyai konsentrasi berbeda namun saling melengkapi, ialah Komunitas Skincarean, Beaute Radar, Info Diet Indonesia dan juga Garis Raga.
Komunitas Skincarean menjadi wadah obrolan mengenai kesehatan kulit dan perawatan diri. Fashion Beaute Radar datang untuk mengulas tren kecantikan dan fashion nan sedang berkembang. Sementara Info Diet Indonesia konsentrasi pada info seputar pola hidup sehat dan manajemen berat badan.
Bagi William, organisasi mempunyai peran krusial dalam menciptakan lingkungan nan positif di media sosial. Melalui komunitas, personil tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat saling berbagi pengalaman dan belajar bersama.
“Menurut saya, kekuatan terbesar ada di komunitas. Ketika orang-orang dengan minat nan sama berkumpul dan saling berbagi pengalaman, proses belajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan,” katanya.
Keberhasilan membangun tiga organisasi tersebut menjadi salah satu pencapaian nan membikin namanya semakin dikenal di kalangan pelaku industri kecantikan dan digital marketing.
Generasi Z Lebih Menyukai Konten nan Jujur dan Relatable
Sebagai pembuat nan aktif berinteraksi dengan audiens muda, William memandang adanya tren baru nan cukup menarik. Menurutnya, Generasi Z saat ini lebih tertarik pada konten nan terasa autentik dibanding konten nan terlalu dibuat-buat.
Mereka lebih menyukai pengalaman nyata, ulasan nan jujur, serta info nan disampaikan dengan bahasa sederhana. Bahkan, konten dengan produksi sederhana sering kali mendapatkan respons lebih baik dibanding konten nan terlalu formal.
“Generasi Z sangat sigap mengenali mana konten nan tulus dan mana nan hanya sekadar promosi. Mereka lebih menghargai kejujuran dan pengalaman nan nyata,” ungkap William.
Karena itu, dia selalu berupaya menjaga kualitas komunikasi dengan audiensnya. Baginya, kepercayaan adalah aset paling berbobot nan kudu dijaga oleh seorang kreator.
Jadi Penghubung antara Brand dan Influencer
Selain aktif sebagai pembuat dan pengelola komunitas, William juga dikenal sebagai penggiat kerjasama antara brand skincare dengan influencer maupun Key Opinion Leader (KOL).
Pengalamannya membangun organisasi membikin William memahami gimana langkah menjembatani kebutuhan brand dengan ekspektasi audiens. Ia menilai bahwa kerjasama nan sukses tidak hanya diukur dari nomor penjualan, tetapi juga dari kualitas komunikasi nan dibangun.
Menurutnya, banyak brand sekarang mulai menyadari bahwa audiens menginginkan info nan lebih transparan. Karena itu, pemilihan influencer tidak bisa lagi hanya berasas jumlah followers semata.
“Yang paling krusial bukan seberapa besar jumlah pengikutnya, tetapi apakah audiensnya percaya terhadap apa nan disampaikan. Kepercayaan itu nan membikin sebuah kerjasama menjadi efektif,” jelasnya.
Pendekatan tersebut membikin William dipercaya untuk terlibat dalam beragam kerjasama nan mengutamakan edukasi sebagai bagian dari strategi pemasaran digital.
Meski bumi digital terus berubah dengan sangat cepat, William memilih tetap berpegang pada prinsip nan selama ini dia jalankan, ialah menghadirkan faedah bagi audiens.
Melalui kombinasi konten edukasi, traveling, dan komedi, dia berupaya menciptakan keseimbangan antara info dan hiburan. Baginya, konten nan baik adalah konten nan bisa memberikan pengalaman sekaligus pengetahuan baru kepada pengikutnya.
Ke depan, William berambisi semakin banyak generasi muda nan memanfaatkan media sosial sebagai sarana belajar dan pengembangan diri. “Media sosial punya potensi nan luar biasa jika digunakan dengan benar. Saya mau terus menghadirkan konten nan berfaedah dan membangun organisasi nan bisa memberikan akibat positif bagi banyak orang,” tutupnya.
Dengan konsistensinya membangun komunitas, mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan kulit, serta mendorong kerjasama digital nan lebih berkualitas, William Adi membuktikan bahwa konten edukatif tetap mempunyai tempat di tengah perubahan tren media sosial nan begitu cepat. Sosoknya menjadi contoh gimana seorang pembuat tidak hanya membangun popularitas, tetapi juga menciptakan faedah nyata bagi audiens dan organisasi nan dia bangun. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·