Subholding Downstream Pertamina Optimalisasi Operasional Hilir Migas, Jamin Pasokan BBM

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Subholding Downstream Pertamina Optimalisasi Operasional Hilir Migas, Jamin Pasokan BBM

Subholding Downstream Pertamina Optimalisasi Operasional Hilir Migas, Jamin Pasokan BBM (Foto: Pertamina)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) resmi menggabungkan tiga anak upaya di sektor hilir, ialah PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Pertamina International Shipping (PIS) menjadi Subholding Downstream (SHD) Pertamina.

Dengan terbentuknya Subholding Downstream Pertamina diharapkan bisa meningkatkan optimasi operasional hilir migas. Dengan demikian, diharapkan pula mendukung Pertamina dalam menjamin pasokan BBM, nan pada akhirnya turut berkedudukan dalam memperkuat ketahanan daya nasional.  

Optimalisasi Operasional Hilir Migas

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, pembentukan Subholding Downstream semestinya memang bisa membikin operasional hilir lebih optimal. Dengan menjadikan PPN, PIS dan KPI ke dalam satu genting bakal membikin proses operasional menjadi lebih sederhana. 

“Diharapkan memang optimasi operasional, lantaran integrasi bakal membikin saling mendukung. Jadi, jika satu rumah kan ibaratnya ketika ada pekerjaan, bisa dikerjakan bareng. Jadi lebih sederhana prosesnya,” kata Komaidi di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Komaidi menambahkan, dengan proses nan lebih sederhana, maka segala urusan nan berangkaian dengan pengadaan alias pengedaran BBM maupun elpiji, bisa dipenuhi dengan lebih cepat. Dengan demikian, bisa mendukung Pertamina dalam menjamin pengedaran BBM dan elpiji kepada masyarakat.

Komaidi menyontohkan, ketika PPN berkomunikasi dengan KPI mengenai kualitas BBM alias dengan PIS mengenai pengangkutan minyak. Dalam kondisi demikian, proses bisa dilakukan lebih cepat, tanpa kudu melalui prosedur antar lembaga, misal surat alias apalagi kontrak. 

”Misalkan PPN memerlukan minyak dari Arab dan kudu segera sampai dalam hitungan waktu tertentu. Maka, PPN tinggal memerintahkan alias berkomunikasi saja dengan kapal (PIS), lantaran satu atap. Jadi lebih sederhana,” jelasnya.

Stok BBM

Begitu juga ketika stok BBM ketika terjadi indikasi bakal terjadi kelangkaan BBM di satu daerah. Maka sebagai antisipasi, Subholding Downstream tinggal memetakan, misal BBM bakal disuplai dari kilang mana. Begitu pula dengan pengangkutan lewat kapal, bisa dilakukan lebih cepat. 
 
”Jadi tidak perlu Patra mengontak KPI lebih dulu, lampau KPI beli dulu minyaknya. Dengan terintegrasi, mungkin teknisnya sama, tapi administrasinya jauh lebih sederhana,” jelas Komaidi. 

”Jadi lebih cepat. Kalau dulu, ibaratnya, oke, isi form dulu dan lain sebagainya. Nah, sekarang lantaran satu atap, gak perlu isi form,” lanjutnya. 

Komaidi optimististis bahwa integrasi PPN, PIS dan KPI semakin mendukung Pertamina agar semakin andal, lincah, dan optimal. Termasuk dalam menghadapi Satgas Ramadhan dan Lebaran 2026. 

”Dengan integrasi, harusnya lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi tahun-tahun sebelumnya Satgas Rafi Pertamina bisa dikatakan selalu sukses dan konsumen selalu memberikan apresiasi  terhadap layanannya, terhadap produknya, terhadap aspek-aspek nan lainnya,” kata dia.  

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com