
Ilustrasi.
JAKARTA – Studi baru menunjukkan gimana kepintaran buatan (AI) dapat secara dramatis mengubah langkah manusia menangani krisis nuklir. Studi tersebut dilakukan dengan membandingkan beberapa model AI: ChatGPT dari OpenAI, Claude dari Anthropic, dan Gemini Flash dari Google dalam sebuah simulasi perang.
Dalam studi pra-cetak dari King's College London ini, ketiga model bahasa besar itu diberi peran sebagai pemimpin nasional nan memimpin negara adikuasa bersenjata nuklir dalam krisis ala Perang Dingin. Hasilnya, dalam setiap permainan, setidaknya satu model mencoba meningkatkan bentrok dengan menakut-nakuti bakal meledakkan senjata nuklir.
“Ketiga model tersebut memperlakukan senjata nuklir di medan perang hanya sebagai salah satu anak tangga dalam tangga eskalasi,” menurut Kenneth Payne, penulis studi tersebut, sebagaimana dilansir Euronews.
Ia menjelaskan bahwa model-model tersebut memang memandang perbedaan antara penggunaan nuklir taktis dan strategis. Model-model itu hanya menyarankan pengeboman strategis sekali sebagai “pilihan nan disengaja,” dan dua kali lagi sebagai “kecelakaan.”
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·