Strategi UPJ Tekan Pengangguran Terdidik melalui Konsep Living Lab

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Strategi UPJ Tekan Pengangguran Terdidik melalui Konsep Living Lab Presiden UPJ, Ir. Frans Sunito(MI/HO)

MEMILIKI gelar pendidikan tinggi rupanya belum menjadi agunan bagi seseorang untuk siap menghadapi kerasnya dunia kerja. Berdasarkan info Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang.

Fenomena nan mengkhawatirkan adalah meningkatnya proporsi pengangguran dari kalangan lulusan Diploma IV hingga S3, nan naik dari 12,12% menjadi 13,89% dibandingkan periode nan sama pada tahun sebelumnya.

Data ini menjadi sinyal kuat bahwa tantangan perguruan tinggi saat ini melampaui sekadar transfer pengetahuan akademik. Institusi pendidikan dituntut bisa membantu mahasiswa memahami realitas bumi kerja dan membekali mereka dengan kompetensi nan relevan.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) mengambil langkah strategis dengan mendekatkan mahasiswa pada pengalaman industri sejak masa kuliah.

MI/HO--Rektor UPJ, Elisabeth Rukmini, Ph.D.

Sebagai Urban Campus, UPJ mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan pengalaman ahli melalui konsep Living Lab. Dalam ekosistem ini, persoalan nyata di industri dan masyarakat menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa. Program nan ditawarkan pun beragam, mulai dari Jaya Bridge, magang (internship), proyek industri, penelitian terapan, hingga mentoring langsung berbareng praktisi.

Rektor UPJ, Elisabeth Rukmini, Ph.D., menekankan pentingnya ruang bagi mahasiswa untuk bergesekan dengan bumi nyata.

"Melalui ekosistem Pembangunan Jaya, UPJ mempertemukan pembelajaran kampus dengan industri. Kami mau mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi bisa memandang persoalan dan bekerja berbareng praktisi untuk mengembangkan kompetensi masa depan," ujarnya.

Realisasi Pengalaman Industri Mahasiswa

Komitmen UPJ dalam menjembatani bumi akademik dan industri tercermin dari jumlah mahasiswa nan telah terjun langsung ke lapangan. Sejak Tahun Akademik 2024/2025 hingga semester gasal 2026/2027, ratusan mahasiswa telah mengikuti program internship di beragam unit upaya ekosistem Pembangunan Jaya.

Periode Program Jumlah Mahasiswa Internship
TA 2024/2025 112 Mahasiswa
TA 2025/2026 74 Mahasiswa
TA 2026/2027 (Semester Gasal) 46 Mahasiswa
Total 232 Mahasiswa

Selain program magang, program The Bridge juga telah sukses menghubungkan 46 lulusan UPJ dengan bumi ahli pada periode TA 2023/2024 hingga TA 2025/2026.

Presiden UPJ, Ir. Frans Sunito, menjelaskan bahwa Living Lab bukan sekadar letak belajar di luar kampus.

"Yang lebih krusial adalah gimana mahasiswa mendapatkan pengalaman menghadapi persoalan nyata dan memahami gimana pengetahuan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah bagian krusial dalam membentuk kesiapan ahli mereka," tegasnya.

Industri sebagai Ruang Belajar

Salah satu penerapan nyata dari keterhubungan ini adalah keterlibatan unit upaya seperti BXSea Oceanarium. Sebagai bagian dari ekosistem PT Pembangunan Jaya, BXSea menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memandang langsung aplikasi kompetensi mereka di lingkungan profesional.

Pimpinan Unit BXSea Oceanarium, Sri Agung Agus Putranto, menilai kerjasama ini sangat membantu generasi muda mendapatkan perspektif nyata.

"Industri memerlukan talenta nan tidak hanya unggul akademik, tetapi juga mengerti gimana organisasi bekerja dan memberikan nilai bagi masyarakat," ungkapnya.

Melalui inisiatif UPJ Connect 2026, UPJ terus membuka ruang perbincangan untuk memastikan pendidikan, industri, dan pengembangan talenta tetap selaras. Fokusnya tetap satu: mempersiapkan generasi nan adaptif dan siap menjawab tantangan bumi ahli nan terus berubah. (RO/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia