SPPG di Wilayah 3T Jadi Perhatian Khusus Pemerintah, Ini Kata Zulhas

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan pemerintah memberikan perhatian unik terhadap percepatan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Ia menuturkan pada tahap pertama, sebanyak 111 SPPG di sembilan provinsi menjadi prioritas untuk diaktivasi. Papua Barat Daya menjadi salah satu provinsi prioritas dengan 14 SPPG 3T nan siap operasional.

Hal itu dia sampaikan saat mengunjungi SPPG Sorong Moisegen Klasof, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (2/9). Diketahui, SPPG tersebut berada sekitar 60 kilometer dari Kota Sorong dan merupakan satu dari tiga SPPG 3T di Kabupaten Sorong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah diaktivasi, SPPG Sorong Moisegen Klasof direncanakan melayani sekitar 700 penerima faedah di wilayah sekitarnya. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat aktivasi SPPG di wilayah 3T, khususnya wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.

"Kami datang langsung untuk memastikan SPPG ini betul-betul siap. Jangan hanya mengejar sigap beroperasi, tetapi kualitas makanan, keamanan pangan, kebersihan dapur, dan pelayanan kepada penerima faedah juga kudu terjamin. Tidak ada toleransi pada keamanan makanan anak." ujar Zulhas dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Dalam kunjungannya, Zulhas juga menyempatkan diri berbincang dengan anak-anak sekolah dasar dan taman kanak-kanak di sekitar lokasi. Ia menanyakan apakah mereka sudah sarapan sebelum berangkat sekolah. Sebagian besar anak menjawab belum makan pagi.

Kondisi tersebut, menurut Zulhas, menunjukkan pentingnya kehadiran Program MBG di wilayah 3T. Bagi anak-anak di wilayah dengan keterbatasan akses pangan bergizi, makanan nan disediakan melalui program MBG bukan sekadar tambahan makanan, tetapi menjadi bagian krusial dalam memastikan kebutuhan gizi mereka terpenuhi.

"Tadi saya tanya anak-anak, sudah sarapan alias belum. Ternyata banyak nan belum makan pagi. Karena itu, Program Makan Bergizi Gratis sangat penting, terutama untuk anak-anak kita di wilayah 3T. Kita mau memastikan mereka mendapatkan makanan nan bergizi, aman, dan berkualitas," ucap Zulhas.

Selain anak sekolah, Zulhas meminta SPPG memberikan perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan gizi golongan 3B, ialah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Penggunaan bahan pangan lokal nan berbobot dan kondusif juga perlu dioptimalkan sehingga penyelenggaraan MBG sekaligus dapat memberikan faedah ekonomi bagi masyarakat dan produsen pangan di sekitar SPPG.

Menurutnya, kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan gizi nan layak. Karena itu, pemerintah terus mendorong agar penyelenggaraan MBG dapat menjangkau masyarakat nan paling membutuhkan, termasuk mereka nan tinggal jauh dari pusat kota.

"Justru daerah-daerah seperti inilah nan kudu kita dahulukan. Negara kudu datang sampai ke tempat nan jauh," ujarnya .

Lebih lanjut, Pemerintah melalui Tim Koordinasi Nasional bakal terus mempercepat aktivasi SPPG di wilayah 3T dengan tetap memastikan kesiapan operasional, keamanan pangan, dan kualitas pelayanan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas faedah Program MBG sekaligus membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat di wilayah nan selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.

(ega/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News