Universitas Terbuka (UT) menggelar puncak aktivitas Dies Natalis ke-42 dengan mengusung tema "Mendunia dengan Inovasi, Berdampak untuk Negeri". Dalam momentum tersebut, UT menargetkan bisa melayani hingga 1 juta mahasiswa paling lambat pada 2028.
Target tersebut disampaikan Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto seiring meningkatnya jumlah mahasiswa aktif UT nan sekarang mencapai 856.444 orang, dari sebelumnya sejumlah 768.248 orang.
"Kita hari ini layak melayani mahasiswa 856.444 dari tahun sebelumnya 768.248. Sebuah lonjakan nan membuktikan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap UT sekaligus kesungguhan UT untuk terus menghadirkan akses pendidikan tinggi berbobot ke seluruh negeri apalagi mancanegara," kata Ali dalam konvensi pers seusai puncak Dies Natalis ke-42 UT di UT Convention Center, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (4/9).
Ali mengatakan jumlah mahasiswa UT diperkirakan terus bertambah sekitar 110 ribu mahasiswa per tahun. Dengan pertumbuhan tersebut, UT optimistis dapat mencapai kapabilitas jasa 1 juta mahasiswa dalam dua tahun mendatang.
"Insyaallah paling lambat 2028 kita sudah bisa melayani 1 juta," tegasnya.
UT juga memperkuat sistem admisi dan registrasi nan telah terintegrasi. Ali mengatakan integrasi tersebut memungkinkan mahasiswa mengetahui perencanaan pembelajaran hingga proses ujian sejak awal masuk UT.
"Dari mulai mahasiswa masuk sudah dia tahu perencanaan pembelajaran hingga lulus ujian," katanya.
Penguatan kapabilitas juga dilakukan pada sistem ujian daring. Ali menyebut kapabilitas sistem ujian UT sekarang telah terpasang untuk melayani hingga 250 ribu pengguna secara berbarengan dari nan sebelumnya berjumlah 125 ribu pengguna secara serentak.
"Ujian jasa ujian kita hari ini nan sebelumnya tahun-tahun lampau itu concurrent satu sesi serentak itu 35.000. Tahun ini kita sudah siap kapabilitas terpasang itu 250.000, tapi kemarin nan terpakai adalah 125.000," jelasnya.
Selain jasa ujian, UT memperkuat Learning Management System (LMS) nan memungkinkan mahasiswa mengakses pembelajaran secara lebih fleksibel.
"Learning Management System kita hari ini sudah siap untuk diakses mahasiswa kita kapan saja di mana saja," kata Ali.
Dari sisi akademik, Ali mengatakan UT juga telah menuntaskan penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) pada seluruh program studi. Penerapan tersebut mencakup 54 program studi dan 1.077 bahan ajar.
"Kita tahun ini telah menuntaskan seluruh kurikulum kita berbasis OBE, Outcome Based Education. Itu tidak mudah lantaran punya 54 program studi, dan kemudian punya bahan ajar 1.077 tadi, itu semua kudu kita rombak menjadi kurikulum berbasis OBE," tambahnya.
Penguatan kualitas akademik juga ditunjukkan melalui peningkatan publikasi penelitian pengajar dan peneliti UT. Dalam sambutannya, Ali menyebut jumlah publikasi meningkat dari 1.151 menjadi 1.251. Publikasi terindeks internasional bereputasi Scopus dan Web of Science (WoS) dari kuartil Q1 hingga Q4 juga meningkat dari 748 pada 2024 menjadi 922 pada 2026.
Di tingkat internasional, UT juga mencatat peningkatan dalam Times Higher Education Sustainability Impact Ratings 2026. UT sekarang berada pada ranking 801/1.000 dunia, dari sebelumnya berada di ranking 1.000/1.500 dunia.
Selain memperkuat kapabilitas pendidikan, UT menyiapkan Sekolah Vokasi untuk memperluas kontribusi terhadap kebutuhan bumi kerja. Ali mengatakan penyelenggaraan pendidikan vokasi kudu didukung tempat praktik dan magang bagi mahasiswa.
"Jangan selenggarakan vokasi jika tidak ada tempat praktek dan magang. Artinya memang wajib syarat itu kudu terpenuhi. nan kedua: jangan luluskan mahasiswa vokasi sebelum pasti tempat bekerja," kata Ali.
UT telah menghubungkan sekitar 200 lembaga untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Vokasi, mulai dari perguruan tinggi vokasi, pemerintah daerah, Balai Latihan Kerja (BLK), hingga industri.
"200-an nan sudah terhubung dengan kita untuk sekolah vokasi. Sekitar 200 lembaga baik perguruan tinggi vokasi, politeknik gitu, kemudian pemerintah daerah, BLK, kemudian industri," ujar Ali.
Nantinya, sekolah Vokasi UT ditargetkan mulai diperkenalkan pada akhir 2027 dan melangkah pada 2028.
"Targetnya 2027 akhir sudah introduce, 2028 sudah running," kata Ali.
Ketua Dies Natalis sekaligus Dekan Universitas Terbuka, Dr. Ucu Rahayu, mengatakan Dies Natalis ke-42 menjadi momentum bagi UT untuk merefleksikan perjalanan lembaga sekaligus memperkuat langkah transformasi ke depan.
"Memasuki usia ke-42, peringatan Dies Natalis UT bukan semata-mata seremoni bertambahnya usia institusi, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan UT, mengapresiasi capaian, memperkuat kolaborasi, dan meneguhkan langkah transformasi ke depan," kata Ucu.
Ali menegaskan beragam capaian tersebut tidak boleh membikin UT terlena. Menurutnya, UT kudu terus melakukan penemuan agar bisa menghadapi perubahan bumi pendidikan sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi.
"Di era disrupsi nan pergerakannya secepat kedipan mata, bersikap biasa-biasa saja itu artinya menempuh jalan pintas menuju ketertinggalan," kata Ali.
Ia menegaskan seluruh transformasi tersebut memerlukan kerjasama seluruh unsur di lingkungan UT.
"Tidak ada Superman di Universitas Terbuka, nan ada adalah super tim. nan ada adalah super tim. Kita semua adalah super tim," tutupnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·