Arief Setyadi
, Jurnalis-Sabtu, 07 Maret 2026 |22:49 WIB

SpongeBob (Foto: Ilustrasi/Ist)
WASHINGTON – Video Gedung Putih dimulai dengan segmen dari "Call of Duty," gim tembak-menembak orang pertama nan penuh aksi. Video tersebut kemudian dengan sigap beranjak ke gambar jet tempur nan meluncur dari kapal induk, rudal nan melesat di langit, dan sasaran nan meledak dalam mobilitas lambat—semuanya diiringi dentuman lagu "Bonfire" milik rapper Childish Gambino dan narator bersuara berat nan menyatakan, "kita memenangkan pertarungan ini."
Skor eliminasi (kill score) "Call of Duty," nan menunjukkan nilai numerik nan diperoleh saat melumpuhkan musuh, muncul setelah setiap ledakan. Ditonton lebih dari 58 juta kali, video tersebut merupakan bagian dari kampanye media sosial nan diluncurkan pemerintahan Trump untuk "menjual" kampanye pengebomannya terhadap Iran kepada publik Amerika Serikat (AS).
Grafik dan pengarahan (briefing) tenang nan mendefinisikan bentrok masa lampau sebagian besar telah digantikan oleh kampanye hubungan masyarakat nan dirancang dengan nuansa video gim. Kampanye ini memamerkan kecanggihan teknologi dan mematikan militer AS, memperlihatkan pesawat siluman nan membelah awan dan sasaran nan meledak layaknya movie Hollywood saat bola api memenuhi layar diiringi musik.
Jika pemerintahan sebelumnya sering menggunakan kampanye hubungan masyarakat di awal bentrok untuk menjelaskan kenapa AS berperang, kali ini pesannya adalah tentang gimana AS berperang—dengan nada keberanian nan menjadi karakter khasnya.
Dirilis oleh Gedung Putih dan Pentagon di platform X, TikTok, dan Instagram, video-video tersebut sarat dengan referensi budaya populer, musik nan memacu adrenalin, serta cuplikan dari movie tindakan "berotot". Video-video ini telah ditonton jutaan kali dan dibagikan secara luas di media sosial oleh akun-akun pro-Trump.
"Dulu, ini memerlukan waktu dan banyak pengetahuan," kata Craig Silverman, seorang peneliti dan salah satu pendiri Indicator, sebuah buletin dan situs web nan didedikasikan untuk mengungkap penipuan digital. "Sekarang, seorang manajer media sosial di Gedung Putih bisa bermain-main dengan salah satu perangkat ini selama separuh jam dan menghasilkan sesuatu nan terlihat cukup bagus."
Kritik Atas "Gamifikasi" Perang
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·