Jakarta, CNBC Indonesia - Pasukan Rusia melancarkan serangan masif ke ibu kota Ukraina, Kyiv, menggunakan gelombang rudal balistik pada Rabu (5/8/2026) awal hari. Gempuran udara tersebut memicu rentetan ledakan nan terdengar di seluruh penjuru kota dan menyebabkan kebakaran dahsyat di beragam titik krusial.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi bahwa unit pertahanan udara Ukraina langsung dikerahkan dan beraksi aktif untuk menghalau serangan rudal tersebut.
"Di distrik Obolonskyi, kebakaran terjadi di sebuah gedung perumahan 20 lantai, kemungkinan besar akibat hantaman rudal," ungkap Vitali dikutip Reuters.
Distrik Obolonskyi sendiri merupakan area pinggiran utara dari kota berpenduduk tiga juta jiwa tersebut. Vitali menambahkan bahwa puing-puing dari rudal nan jatuh juga mendarat persis di sebelah gedung perumahan lain.
Laporan tambahan turut menyebut adanya kebakaran di blok apartemen berbeda serta kobaran api berskala besar nan melanda area pinggiran kota.
Administrasi militer kota Kyiv melalui pernyataan resminya di aplikasi Telegram melaporkan bahwa sejumlah gedung penyimpanan di dua distrik berbeda juga telah dilalap api akibat serangan tersebut.
"Bahaya tetap tetap tinggi," peringatan dari pihak manajemen militer kota.
Meski kerusakan material nan ditimbulkan cukup parah dan meluas, pihak berkuasa hingga saat ini menyatakan bahwa belum ada indikasi jatuhnya korban jiwa maupun korban luka dalam serangan balistik tersebut. Pihak militer tetap terus melakukan pemantauan intensif di lokasi-lokasi terdampak.
(luc)
[Gambas:Video CNBC]
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·