Orangtua siswa datangi pelayanan SPMB di SMP Negeri 4 Kota Cirebon. Sekalipun dilakukan daring, orangtua siswa tetap mendatangi sekolah tujuan untuk meminta pendampingan menghindarii kesalahan input data.(MI/NURUL HIDAYAH)
SISTEM Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Cirebon tingkat SMP dimulai. Sekalipun online, namun sejumlah orangtua siswa terlihat mendatangi SMP tujuan untuk melakukan pendaftaran.
Berdasarkan pantauan sejumlah orangtua siswa terlihat mendatangi SMP Negeri 4 Kota Cirebon, Kamis (18/6). Salah satunya Ida Rosidah, orangtua siswa nan terlihat mendatangi sekolah tersebut untuk mendaftarkan anaknya. “Anak saya dari SD Kartika sudah lama pengen daftar di sekolah ini,” tutur Ida. Sang anak mempunyai prestasi di bagian olahraga dan di SMP 4 mempunyai cukup banyak siswa nan juga atlet. Ida pun mendaftarkan anaknya melalui jalur prestasi olahraga.
Ida pun mengaku sengaja mendatangi langsung panitia pendaftaran di SMP nan dituju lantaran takut salah. “Pendaftaran kan online, saya takut salah. Jadi langsung kesini,” tuturnya.
Sementara itu Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Jawa Barat membuka jasa pendampingan bagi orang tua dan peserta didik selama penyelenggaraan SPMB 2026. “Tujuannya untuk meminimalkan kesalahan saat proses pendaftaran daring,” tutur Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Cirebon Ade Cahyani. Pendaftaran bisa dilakukan di sekolah asal, di sekolah nan dituju maupun di instansi Disdik Kota Cirebon.
Dijelaskan Ade, support pendampingan diberikan mengingat keahlian orang tua dalam menggunakan gawai dan mengakses jasa digital tidak sama. Namun proses pendaftaran tetap kudu dilakukan secara daring dan verifikasi info dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) nan berlaku.
Kesalahan nan paling sering ditemukan selama proses pendaftaran, ialah kesalahan pengisian info serta ketidaksesuaian titik koordinat domisili calon murid. Sekolah dapat menolak info nan tidak sesuai hasil verifikasi sehingga orang tua dan calon murid, diminta memastikan seluruh info nan di-input telah betul sebelum dikirimkan
Selanjutnya SPMB Kota Cirebon dibagi dua tahap, ialah tahap pertama dan kedua. Saat ini pendaftaran siswa baru memasuki tahap pertama nan mencakup jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi.
Pada SPMB tahap pertama, Disdik Kota Cirebon menetapkan kuota jalur prestasi 30 persen, afirmasi 20 persen, dan mutasi lima persen, alias total 55 persen dari keseluruhan daya tampung nan tersedia. “Sebagian kuota afirmasi juga dialokasikan bagi peserta didik berkebutuhan unik (PDBK),” tutur Ade.
Selanjutnya sebanyak 45 persen kuota sisanya bakal dibuka pada tahap kedua melalui jalur domisili sesuai ketentuan nan telah ditetapkan pemerintah daerah. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·