Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang laki-laki muda nan baru berumur 22 tahun menjadi pembicaraan di Amerika Serikat (AS). Pasalnya, dia menjadi "otak" pencurian bitcoin senilai US$ 249 juta (sekitar 4,3 triliun dengan kurs JISDOR BI Rp17.552/US$).
Ia adalah Malone Lam, penduduk negara Singapura. Selasa waktu AS, dirinya mengaku terlibat apalagi menjadi dalang dalam pencurian aset kripto- ke seorang penduduk Washington D.C, Agustus 2024 lalu.
Semua dikatakannya melalui persidangan di bawah undang-undang nan biasanya digunakan AS untuk membongkar jaringan kejahatan terorganisasi, Racketeer Influenced and Corrupt Organizations Act (RICO). Aksinya sendiri ketahuan dari style hidup mewahnya, mulai dari menyewa rumah mewah, membeli jam dan kendaraan mewah, hingga pesta semalaman nan menghabiskan US$569.000 (sekitar Rp 10 miliar).
Kini dia terancam menghadapi balasan maksimal 20 tahun. Lalu gimana sosoknya?
Sosok Malone Lam
Mengutip NBC dan The Hindu Times Kamis (10/9/2026), Lam tumbuh dan besar di Singapura. Ia apalagi sempat berguru di Unity Secondary School di Choa Chu Kang pada tahun 2017.
Namun, id dilaporkan putus sekolah saat remaja. Sejak itu, dia mulai terlibat dalam perdagangan mata duit mata uang digital serta organisasi gim daring, termasuk Minecraft dan Discord.
Di Oktober 2023, dia kemudian pindah ke AS dan tinggal di Miami (Florida), Los Angeles (California), serta Hamptons (New York). Ia memasuki AS melalui Program Bebas Visa (Visa Waiver Program), nan masa berlakunya telah lenyap pada tahun 2024.
Di sini, dia membentuk jaringan pemuda nan melakukan serangkaian penipuan mata uang digital mulai tahun 2023. Dalam satu kelompok, setidaknya ada 18 orang nan mengenai dirinya di jaringan itu.
Menurut Keterangan Departemen Kehakiman AS, Lam mengorganisasi operasi jaringan internasional tersebut. Ia mengidentifikasi calon korban dan mengoordinasikan para pelaku persekongkolan lainnya.
Menurut arsip pengadilan nan dikutip oleh TradingView, operasi nan terbentuk melalui hubungan di platform gim daring ini melangkah setidaknya sejak Oktober 2023 hingga setidaknya Mei 2025.
Bagaimana Lam Menipu Korban?
Dikatakan gimana Lam dan kelompoknya menyamar sebagai staf support Google. Ini dilakukan untuk membobol akun korban.
Ia dan timnya kemudian diduga menyamar sebagai staf support Gemini untuk membujuk korban agar mengatur ulang autentikasi dua aspek dan menggunakan perangkat lunak berbagi layar nan mengekspos kunci privat.
Selain Lam, rupanya ada sosok krusial lain berjulukan Jeandiel Serrano. Bila Lam berumur 22 tahun, Serrano lebih muda lagi ialah 21 tahun.
Sayangnya kejahatan golongan Lam kudu berhujung di 18 September 2024. Meski aset rampasan dikonversi menjadi kartu pembayaran dan duit tunai, style hidup mewah Lam justru menarik perhatian abdi negara penegak hukum.
Lam disebut menghabiskan jutaan dolar dari hasil kejahatan untuk membeli mobil, arloji mewah, hingga pakaian. Ia juga menyewa jet pribadi, rumah mewah, serta bayar pengawal pribadi.
Salah satunya saat dia dan jaringannya menggunakan biaya hasil pencurian untuk menyewa rumah di Miami, Los Angeles dan Hamptons. Mereka juga membeli arloji mewah dengan nilai mulai dari US$100.000 hingga lebih dari US$500.000.
Diketahui, Lam juga membeli sejumlah kendaraan mewah nan salah satunya berbobot hingga US$3,8 juta. Pengeluaran untuk intermezo malam juga mencapai ratusan ribu dolar, di mana dalam satu kesempatan, dia pernah menghabiskan US$569.000 dalam satu malam di sebuah klub malam di Los Angeles.
Sesudah ditangkap, Jaksa AS lampau memberikan surat dakwaan 19 September. Pada 15 Mei 2025, dakwan ke Lam diperluas menjadi dugaan persekongkolan merujuk UU RICO di AS.
"Lam terus mengarahkan rekan-rekannya dari dalam tahanan pra-sidang. Dia apalagi tetap mengatur pengiriman barang-barang mewah untuk kekasihnya," kata Jaksa AS.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·