
SLIK Kredit di Bawah Rp1 Juta Dihapus, Bankir Ungkap Dampaknya (Foto: Freepik)
JAKARTA - Kebijakan penghapusan riwayat tunggakan angsuran dengan total outstanding di bawah Rp1 juta dari Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) mulai memengaruhi proses kajian angsuran di sektor perbankan. Dengan patokan baru ini, info riwayat tunggakan berbobot mini tersebut tidak lagi muncul saat bank melakukan pengecekan SLIK.
SEVP Credit Risk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Henri Ari Wibawa mengonfirmasi bahwa kebijakan tersebut telah berjalan. Dia menyebut bahwa catatan angsuran debitur bakal lenyap secara otomatis dari sistem dalam kurun tiga hari jika total outstanding-nya di bawah Rp1 juta.
"Jadi angsuran jika di bawah Rp1 juta total outstanding angsuran di bawah Rp1 juta itu dalam tiga hari dia lenyap catatannya," ujar Henri dalam Kelas Jurnalis Perbanas (KJP) di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Henri menjelaskan bahwa ketika analis angsuran menarik info SLIK, info mengenai riwayat tunggakan mini debitur tersebut sekarang berstatus tidak tersedia.
"Kalau istilah anak-anak analis narik SLIK, dia narik SLIK jadi nggak ada. Data itu jadi tidak tersedia. Jadi kolomnya muncul info tidak tersedia," katanya.
Kendati membatasi salah satu sumber info riwayat pembayaran, Henri menilai langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut sudah tepat. Kebijakan ini bermaksud agar tunggakan dengan nominal nan sangat mini tidak lagi menjadi pertimbangan utama alias penghambat dalam penilaian kepantasan kredit.
"Saya pikir pertimbangannya OJK adalah bahwa jika kreditnya kecil-kecil, nggak usahlah diperhitungkan dalam pemberian kredit. Itu mungkin ada benarnya juga," ungkap Henri.
Lebih lanjut, Henri menekankan bahwa pemanfaatan info SLIK sejatinya sangat berjuntai pada risk appetite serta independensi masing-masing analis angsuran di bank.
"Riwayat angsuran di SLIK itu masalah appetite masing-masing bank, appetite masing-masing analis kredit. Karena analis itu berpikir independen, dia mengambil, merekomendasikan sesuai appetitenya dia," ujarnya.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·