Siswi SMP di Malang Tewas Gantung Diri, Diduga karena Depresi Ujian-Laptop Rusak

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Catatan Redaksi: Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan alias klik www.healing119.id alias telepon darurat 119 ext. 8 alias WA +62 813-8007-3120.

Ilustrasi mayat. Foto: Shutterstock

Siswi SMP di Kota Malang ditemukan orang tuanya tewas gantung diri di dalam bilik mandi di kediaman mereka di Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (4/6) sekitar pukul 01.20 WIB. Peristiwa itu pertama kali ditemukan oleh ayahnya.

Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Shobikin mengatakan, awalnya ayahnya hendak membangunkannya dari tidur, namun dia tak menemukan putrinya dalam kamar. Sang ayah pun memanggil namanya berulang kali, tapi tak ada respons.

"Ayah korban mencoba memanggil beberapa kali, namun tidak ada jawaban dari dalam. Sudah dicari di sekeliling rumah tapi tidak ketemu. Ayahnya ini berprasangka lantaran bilik mandi tertutup rapat. Karena curiga, dia kemudian mengintip melalui celah lubang nan terbuka dan memandang ada baju nan menggantung," ujar Lukman saat dikonfirmasi pada Jumat (5/6).

Ayahnya kemudian mendobrak pintu bilik mandi nan terkunci dari dalam. Di kembali pintu itu, sang ayah menemukan anaknya tak bernyawa dengan seutas tali menggantung pada rangka kayu atas bilik mandi. Sang ayah angsung menangis panik dan membangunkan istrinya.

"Selanjutnya, ayah dan ibu korban bersama-sama memotong tali tersebut untuk menurunkan korban. Saat dievakuasi korban sudah meninggal," ucapnya.

Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Shobikin saat ditemui di Polresta Malang. Foto: kumparan

Polresta Malang nan menerima info tersebut sempat mendatangi rumah korban pada Kamis pagi. Kepolisian melakukan penyelidikan dan menyebut dugaan bunuh diri sementara lantaran korban mengalami depresi.

"Seminggu terakhir ini korban sebenarnya tengah berjuang menempuh ujian akhir sekolah," ungkap dia.

Sering Melamun

Sebelunnya pada Rabu (3/6), sehari sebelum kejadian, siswi SMP tersebut diketahui bolos sekolah dengan argumen laptop nan biasa digunakan untuk ujian rusak. Ia diketahui menghabiskan waktunya di rumah neneknya.

"Tekanan itu diduga bertambah, lantaran laptop milik korban dalam kondisi rusak. Beberapa tetangga juga memberikan kesaksian bahwa belakangan ini korban sering terlihat melamun. Jadi sehari sebelum kejadian, nan berkepentingan sempat berpamitan untuk ujian, tetapi rupanya tidak datang dan malah pergi ke rumah neneknya," jelasnya.

Pihak family sendiri telah mengikhlaskan kepergian siswi SMP tersebut. Keluarga tak bersedia melakukan visum dan autopsi lebih lanjut.

"Setelah proses manajemen selesai, jenazah langsung diserahkan kepada family untuk segera dimakamkan," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan