Yogyakarta, CNN Indonesia --
Mutfiana namalain Fia mengaku psikisnya mulai tertekan setelah berhari-hari diliputi rasa was-was lantaran rumahnya di Seyegan, Sleman, DIY nan dilanda kejadian api misterius pemicu kebakaran berulang.
Fia bilang, dia dan family nan telah mengungsi di gedung ruko sebelah utara kediamannya kudu tetap mengawasi kondisi rumahnya. Pasalnya, api di rumahnya bisa muncul sewaktu-waktu dan jika dibiarkan maka si jago merah bakal membesar.
Fia dan family pun jadi kurang tidur lantaran kudu membagi waktu giliran menjaga rumah ditemani regu relawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kami tidur paling lama itu tiga jam," kata Fia saat dijumpai di Kantor Kecamatan Seyegan, Sleman, DIY, Kamis (4/6).
Per Kamis kemarin saja alias 13 hari sejak kejadian pertama, terhitung sudah 97 kali api muncul. Mereka menghitung titik api telah mencapai 65 tempat.
"Ya iya lah (tertekan). Tensi naik udah pasti. Begadang terus, kurang tidur, kurang makan, gizi enggak teratur, vitamin enggak masuk gitu loh. Buah, biasanya ada buah, enggak jadi enggak makan buah begitu. Pasti itu bakal apa, terganggu ya. Enggak nafsu (makan) lagi kan," ungkapnya.
Ini belum termasuk beban pikiran dari perkiraan nilai kerugian nan dialami Fia sekeluarga akibat kejadian ini. Hitung-hitungan kasarnya mereka sudah rugi sebanyak Rp70 juta dari barang-barang nan terbakar hingga bea bongkar septic tank.
Fia beberapa waktu lampau membongkar septic tank di rumahnya guna mengetahui pemicu dari kejadian ini nan salah satunya disinyalir disebabkan oleh gas metana (CH4).
"Kan kemarin dibongkar tuh apa namanya, septic tank-nya, terus tembok-temboknya, keramik, dan lain sebagainya. Dengan ukuran rumah nan segitu itu gantinya seberapa kan kudu dihitung juga kan ya. Iya, sejauh ini biaya sendiri," jelasnya.
Saat awal-awal kejadian, Fia juga kudu merogoh kocek pribadi untuk mengisi ulang Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Untungnya, sekarang sudah ada support dari relawan dan Damkar.
Hanya saja, nilai perkiraan kerugian sebesar itu juga belum termasuk kerugian akibat upaya pemotongan ayam miliknya nan seret sejak kejadian api muncul.
"Usahanya macet, tapi dari ibu tadi memberikan saran untuk relokasi, membikin upaya baru," ungkap Fia.
Ide relokasi ini dibarengi dengan rencana Fia sekeluarga untuk mengontrak gedung ruko nan sekarang ditempati sebagai letak pengungsian.
"Karena kan ini penelitian (pemicu api) mungkin berapa lama kan belum bisa ditentukan, gitu. Jadi dikasih tempat nan baru alias menggunakan tempat pengungsian secara resmi. Kan jika selama ini kan tetap ibaratnya numpang ya," ucap Fia.
Mutfiana namalain Fia mengaku psikisnya mulai tertekan setelah berhari-hari diliputi rasa was-was lantaran rumahnya di Seyegan, Sleman, DIY nan dilanda kejadian api misterius pemicu kebakaran berulang. Foto: CNN Indonesia/ Tunggul Damarjati
Fia mengapresiasi support logistik nan diulurkan kepada dia sekeluarga. Tapi, dia juga berambisi support lain berupa unit blower alias kipas angin untuk menghalau gas jika memang betul gas hidrogen (H2) alias gas metana (CH4) nan jadi sumber persoalan ini.
Dirinya juga berterima kasih kepada para peneliti alias master dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UPN 'Veteran' Yogyakarta nan perlahan membikin terang persoalan ini.
"Kuserahkan semua pada ahlinya. nan paling krusial selagi kami bisa mengupayakan untuk menghentikan api tersebut, ya kami hentikan," pungkasnya.
(kum/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·