Siswi SD Sukabumi Menangis Gagal Olimpiade Sains Nasional karena Listrik Padam

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Nadia Putri Muda Paramita, siswi SD di Kabupaten Sukabumi nan kandas menyelesaikan seluruh soal dalam penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten/kota akibat padam listrik. Foto: Dok. Istimewa

Seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Sukabumi kudu menelan kekecewaan setelah kandas menyelesaikan seluruh soal dalam penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten/kota akibat pemadaman listrik.

Kisah siswi berjulukan Nadia Putri Muda Paramita itu viral di media sosial. Dalam video nan beredar, siswi kelas V SDN Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, tampak menangis sesenggukan lantaran kecewa.

Guru sekaligus pengawas OSN di SDN Gandasoli, Isop Sopiah, mengatakan terdapat sembilan peserta dari sekolah tersebut nan mengikuti OSN. Masing-masing cabang, ialah Matematika, IPA, dan IPS, diikuti oleh tiga siswa. Pelaksanaan berjalan di SDN Gandasoli pada Senin (8/6).

Menurut Isop, Nadia berbareng dua peserta lainnya mengikuti bagian IPS nan digelar pada sesi terakhir, ialah pukul 13.00 hingga 14.00 WIB.

"Jumlah siswa nan ikut OSN ada sembilan orang. Ada tiga mata pelajaran, masing-masing tiga peserta untuk IPA, Matematika, dan IPS. Nadia kebetulan mengikuti sesi terakhir, ialah IPS," ujarnya kepada kumparan, Jumat (12/6).

Ia menjelaskan seluruh peserta mengerjakan soal menggunakan laptop nan terhubung ke sistem berbasis internet.

Nadia Putri Muda Paramita, siswi SD di Kabupaten Sukabumi nan kandas menyelesaikan seluruh soal dalam penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten/kota akibat padam listrik. Foto: Dok. Istimewa

Awalnya penyelenggaraan melangkah lancar. Namun menjelang berakhirnya waktu ujian, mulai muncul hambatan teknis. Tayangan live streaming sempat mengalami gangguan hingga membeku (freeze). Selain itu, salah seorang peserta juga mendapati akunnya tiba-tiba keluar (logout).

Peserta nan keluar dari sistem kemudian mencoba masuk kembali menggunakan username dan token nan diberikan proktor. Namun sekitar 15 hingga 20 menit sebelum waktu ujian berakhir, aliran listrik mendadak padam.

"Saya suruh tunggu dulu, barangkali nyala lagi, lantaran tetap ada waktu sekitar 15 alias 20 menit. Semua menunggu di depan laptopnya, tapi sekian lama tidak menyala lagi," ujarnya.

Padamnya listrik menyebabkan jaringan internet terputus sehingga peserta tidak dapat mengakses sistem untuk melanjutkan pengerjaan soal nan belum selesai.

"Itu kan masuk link alias aplikasi, semuanya meninggal dan tidak bisa diakses," katanya.

Saat itu, Isop berbareng rekan-rekannya berupaya mengatasi hambatan dengan menghubungkan internet dari telepon genggam pembimbing ke perangkat nan digunakan peserta. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

"Kami sudah mencoba tethering menggunakan HP guru, tetapi tetap saja tidak bisa," ujarnya.

Karena listrik tak kunjung menyala, Nadia akhirnya pulang ke rumah. Video nan memperlihatkan Nadia menangis direkam oleh ibunya di rumah setelah penyelenggaraan OSN berakhir.

Isop berambisi kejadian serupa tidak terulang. Sebab, selain Nadia, dua peserta lainnya juga kandas menyelesaikan ujian akibat pemadaman listrik.

"Katanya pihak dinas sudah bersurat ke PLN, tapi mungkin kurang terkoordinasi alias gimana sehingga ada pemadaman tanpa pemberitahuan. Saya juga kurang paham. Ini kudu menjadi pertimbangan ke depan agar kejadian seperti ini tidak terulang. Anak-anak sudah belajar berbulan-bulan, tetapi kudu kandas lantaran hambatan teknis," ujarnya.

Sementara itu, Nadia mengungkapkan saat listrik padam dirinya telah menyelesaikan sekitar 40 soal dari total 60 soal. Awalnya dia mengira listrik hanya padam sesaat dan bakal segera menyala kembali. Namun hingga waktu ujian berakhir, listrik tak kunjung menyala.

Siswi nan bercita-cita menjadi diplomat itu mengatakan telah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan dengan angan dapat meraih prestasi dalam OSN.

"Harapan saya untuk membanggakan orang tua dan membanggakan sekolah. Saya sangat mau juara, jadi mempersiapkan diri selama berbulan-bulan," ungkapnya.

Meski berambisi penyelenggaraan OSN dapat diulang bagi peserta nan terdampak pemadaman listrik, Nadia mengaku bakal menerima keadaan andaikan perihal tersebut tidak memungkinkan.

"Maunya saya OSN diulang. Tapi jika tidak bisa, ya sudah, tidak apa-apa. Saya ikhlaskan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan pihaknya telah mengusulkan permohonan kepada Kementerian Pendidikan melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) agar penyelenggaraan OSN bagi peserta nan terdampak pemadaman listrik dapat diulang.

Menurut Deden, bukan hanya peserta di SDN Gandasoli nan terdampak. Dari total 3.009 peserta OSN tingkat SD di Kabupaten Sukabumi, sebanyak 79 peserta mengalami gangguan akibat pemadaman listrik.

"Tentunya kami mengusulkan permohonan. Mudah-mudahan aktivitas OSN khususnya tingkat SD nan terkendala kemarin bisa dilakukan ulang, lantaran banyak anak-anak nan sangat berambisi kesempatan tersebut diberikan kembali," ujarnya.

Deden menjelaskan pemadaman listrik terjadi di sebagian wilayah Kecamatan Cireunghas, Sukaraja, Sukalarang, Kebonpedes, Gegerbitung, Nyalindung, dan Cisolok.

Mengenai penyebabnya, Deden mengatakan pemadaman dilakukan lantaran adanya aktivitas pemeliharaan jaringan listrik.

"Setelah dikomunikasikan dengan pihak PLN, rupanya memang ada pemeliharaan di wilayah-wilayah tersebut," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan