Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan siswa nan mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Budi mengatakan pihaknya telah mengerahkan sejumlah master mahir untuk memeriksa kondisi siswa tersebut. Tim mahir itu terdiri dari master ahli anak, mahir neurologi, hingga psikiatri anak.
“Jadi, nan kejadian di Karo, waktu kita mengetahui terjadi masalah ini, kita konsultasi ke RSCM sama Harapan Kita untuk segera menggaet Rumah Sakit Adam Malik memeriksa kejadiannya tuh seperti apa,” kata Budi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9).
Menurut Budi, tim dari RS Haji Adam Malik Medan sebelumnya telah menemui dan memeriksa pasien. Tim juga telah memberikan tindakan medis untuk merawat siswa tersebut.
"Tim Adam Malik sudah berjumpa dengan pasiennya. Sudah memeriksa pasiennya, kemudian sudah melakukan tindakan juga untuk merawat nan bersangkutan,” ujarnya.
Budi mengungkap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kemudian mendatangi letak dan meminta agar pasien dibawa ke RSCM untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
“Nah, dalam proses itu, kemudian itu ramai dan viral, kan? Sehingga Pak Wapres ke sana. Waktu Pak Wapres ke sana, diminta agar kita membawa nan berkepentingan ke RSCM,” kata Budi.
“Kenapa? Karena dilihat bahwa RSCM mempunyai keahlian dokter-dokternya nan jauh lebih komplit dibandingkan rumah sakit Adam Malik,” lanjutnya.
Budi kemudian mengumpulkan tim mahir RSCM untuk menangani dan mencari tahu kondisi pasien secara menyeluruh.
“Jadi, pemeriksaannya apa saja? Saya sudah ngumpulin tim RSCM lantaran sesuai dengan pengarahan dari Pak Wapres,” kata Budi.
“Nomor satu, kita ada master ahli anak. Nomor dua, lantaran ini berangkaian dengan saraf, kita juga memanggil master nan Profesor nan paling mahir mengenai neurologi anak. Itu mengenai apa? Saraf anak,” sambungnya.
Tim juga melibatkan guru besar di bagian psikiatri anak untuk memeriksa kemungkinan adanya gangguan psikologis nan berangkaian dengan kondisi pasien.
“Ketiga, lantaran ini juga ada kaitannya dengan kejiwaan, kita ambil Profesor nan bergerak di bagian psikiater anak, ya. nan keempat, kita juga memanggil Ketua Kolegium Anak untuk memandang secara keseluruhan tuh seperti apa,” kata Budi.
“Ya, kita juga memanggil mahir dari anak nan mengerti mengenai penyakit dalam. Karena takutnya ada nan lain juga nan kita tidak tahu,” tambah dia.
Budi mengatakan tim mahir saat ini tetap melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Ia memperkirakan hasil pemeriksaan dapat diketahui dalam satu hingga dua hari.
“Nah, mereka tuh sudah bekerja. Harusnya hasilnya sih sejenak lagi keluar, ya. Saya kenapa saya tidak mau berspekulasi, lantaran lebih baik ahlinya lah nan menjawab,” katanya.
Budi juga menanggapi pertanyaan mengenai belum adanya pemeriksaan nan pasti dari sejumlah rumah sakit nan menangani pasien. Namun, menurutnya, RS Adam Malik telah mempunyai hasil pemeriksaan terhadap pasien.
“Kalau waktu dari Adam, saya tidak tahu jika nan enam rumah sakit nan lain, ya. Tapi saya tahu nan Adam Malik sudah ada. Cuma itu kan perlu diperkuat oleh ahlinya sesuai permintaan Pak Wapres, kan? Supaya betul-betul bagus,” kata Budi.
Menurut Budi, tim mahir nan telah dikumpulkan saat ini sudah mulai bekerja untuk memperkuat pemeriksaan dan memastikan kondisi pasien.
“Jadi, tim ahlinya tuh sekarang sudah kerja semua. Itu harus, saya belum ter-update hasilnya, tapi dalam satu hari dua hari ini pasti keluar,” ujarnya.
Sebelumnya, seorang siswa SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, berjulukan Febi Yona (16) diduga lenyap ingatan akibat keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (13/8) lalu.
Ibu Febi, Elvinus Lusiana Sitanggang, menyebut saat itu indikasi keracunan baru dirasakan anaknya saat pulang ke rumah. Febi mengalami pusing kepala dan badannya gatal-gatal. Hingga akhirnya Febi dibawa ke rumah sakit dan diduga tak mengenali keluarganya.
Lalu, Elvinus membawa pulang anaknya, namun kondisi Febi menurun dan mengalami kejang-kejang. Di posisi itulah, Febi diduga mengalami lenyap ingatan.
“Waktu dia sudah kejang, enggak ingat lagi sama sekali,” ujar Elvinus.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·