Jakarta -
Perpustakaan MPR RI terus melakukan beragam penemuan untuk meningkatkan minat baca sekaligus mendorong pemanfaatan perpustakaan. Salah satunya melalui aktivitas Literasi Kreatif bertema 'Pilar Kebangsaan, Aroma Kedamaian: Meracik Harmoni Empat Pilar MPR RI melalui Aromaterapi' nan diselenggarakan di Perpustakaan MPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta.
Kepala Biro (Kabiro) Humas dan Sistem Informasi MPR RI Budi Muliawan dalam penyampaian laporan aktivitas mengatakan aktivitas literasi imajinatif menjadi salah satu upaya Perpustakaan MPR RI untuk menghadirkan aktivitas nan menarik sekaligus meningkatkan keterlibatan pegawai dalam memanfaatkan akomodasi perpustakaan.
"Perpustakaan MPR selalu berupaya menumbuhkan minat baca teman-teman semuanya dengan beragam penemuan alias aktivitas nan kami lakukan. Salah satunya adalah aktivitas literasi imajinatif hari ini," ujar Budi, Senin (14/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Budi, keberadaan perpustakaan tidak hanya dimanfaatkan untuk membaca buku, tetapi juga dapat menjadi ruang pengganti bagi pegawai untuk bekerja, berbincang maupun melaksanakan rapat.
"Tujuannya agar teman-teman ini sering-sering datang ke perpustakaan. Di perpustakaan itu banyak ruangannya," jelas Budi.
"Kalau misalnya Bapak-Ibu Kepala Bagian, Kepala Biro dan Inspektur mau mencari suasana lain saat bekerja, boleh bekerja di sini. Ada ruang rapat dan beragam akomodasi lainnya," sambungnya.
Budi juga membujuk pegawai MPR RI untuk memanfaatkan akomodasi perpustakaan berbareng keluarga. Perpustakaan MPR RI juga menyediakan ruang nan dapat digunakan oleh anak-anak sehingga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya membaca sejak dini.
"Kalau misalnya Bapak-Ibu punya putera-puteri nan tetap kecil, mungkin bisa diajak ke sini. Kami juga mempunyai pusat untuk anak-anak," kata Alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) tersebut.
Selain meningkatkan budaya literasi internal, Budi menyampaikan Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI secara rutin menerima kunjungan dari pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat. Kunjungan tersebut juga diarahkan untuk mengenalkan Perpustakaan MPR RI kepada para peserta.
Budi juga membuka ruang bagi pegawai untuk menyampaikan masukan mengenai koleksi kitab nan dibutuhkan di Perpustakaan MPR RI. Menurutnya, usulan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan koleksi perpustakaan.
"Kalau Bapak-Ibu punya ide, misalnya perpustakaan MPR harusnya dibelikan kitab ini, silakan disampaikan. Kalau anggarannya ada, kelak kami belikan," ungkap Budi.
"Kalau belum ada, kita rencanakan untuk tahun depan," sambungnya.
Budi berambisi aktivitas Literasi Kreatif dapat menjadi momentum untuk membangun suasana kerja nan lebih positif sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan MPR RI.
Sejalan dengan semangat tersebut, aktivitas Literasi Kreatif kali ini ialah meracik aromaterapi nan dipandu oleh seorang perfumer, educator olfaktori, sekaligus konsultan kreasi aroma Gita Rinjani.
Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan rasa kebersamaan antar pegawai dan pengalaman kreatif, tetapi juga mempunyai nilai relevan dengan kehidupan berbangsa melalui pengenalan nilai-nilai Empat Pilar.
Dalam prosesnya, peserta diajak memadukan beragam bahan dengan karakter dan aroma nan berbeda hingga menghasilkan satu aroma nan harmonis. Proses tersebut menjadi gambaran keberagaman Indonesia, nan terdiri atas beragam perbedaan tetapi dapat disatukan dalam Bhinneka Tunggal Ika untuk membangun harmoni sebagai sebuah bangsa.
Sebagai informasi, aktivitas ini dihadiri Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI Siti Fauziah; Pustakawan Ahli Madya Yusniar; Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga Susan Andriyani; dan sekitar 50 pegawai sebagai peserta.
(akn/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·