Siswa di Pontianak Sekolah Daring Imbas Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, meliburkan sementara pembelajaran tatap muka bagi siswa TK, PAUD, SD, dan SMP, lantaran kualitas udara nan terdampak kabut asap kebakaran rimba dan lahan (karhutla).

"Kabut asap sudah menyelimuti Kota Pontianak. Berdasarkan hasil pantauan perangkat pengukur kualitas udara Kota Pontianak nan berada di Kecamatan Pontianak Tenggara, kondisi udara tadi malam sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIB berada dalam kategori tidak sehat," kata Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, di Pontianak, Senin (10/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan konsentrasi partikel udara pada periode tersebut berada di atas 200 mikrogram per meter kubik, sebelum turun menjadi kategori sedang pada sekitar pukul 08.00 WIB. Kondisi itu terjadi lantaran partikel asap condong lebih berat dan berada dekat permukaan pada malam hingga pagi hari.

"Hal ini menyebabkan kualitas udara pada malam hingga subuh hari menjadi sangat buruk, apalagi sampai dinyatakan tidak sehat," ujarnya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak menerbitkan surat info agar siswa TK, PAUD, SD, dan SMP nan berada di bawah Pemerintah Kota Pontianak tidak mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Kegiatan belajar mengajar untuk sementara dilakukan secara daring.

Pemerintah Kota Pontianak belum menetapkan pemisah waktu pasti penghentian pembelajaran tatap muka. Kebijakan tersebut bakal disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara.

"Libur sekolah kita lakukan sembari menunggu perkembangan kondisi kualitas udara membaik. Kalau tetap berada dalam kategori sedang, kita bakal menormalkan kembali aktivitas pembelajaran," kata Edi.

Namun, pemerintah kota menyebut hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda penurunan kabut asap secara signifikan. Karena itu, masyarakat, khususnya anak-anak nan sensitif terhadap paparan asap, diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker andaikan kudu keluar rumah.

Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke akomodasi kesehatan andaikan mengalami indikasi jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA). Pemerintah Kota Pontianak juga telah meminta Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan pusat kesehatan masyarakat menyiapkan oksigen untuk mengantisipasi peningkatan kasus ISPA.

"Untuk sementara, berasas laporan dari Dinas Kesehatan, terjadi kenaikan sekitar lima persen. Nanti kita bakal mengetahui lebih lanjut seberapa besar pengaruh kondisi ini terhadap penderita ISPA," ujarnya.

Kasus ISPA naik

Wali Kota Edi juga mengungkap ada kenaikan kasus ISPA sekitar 5 persen

"Untuk sementara, berasas laporan dari Dinas Kesehatan, terjadi kenaikan sekitar lima persen. Nanti kita bakal mengetahui lebih lanjut seberapa besar pengaruh kondisi ini terhadap penderita ISPA," ujarnya.

Dia mengatakan peningkatan kasus ISPA tersebut berasas laporan sementara Dinas Kesehatan dan tetap bakal dievaluasi untuk mengetahui akibat kondisi udara terhadap kesehatan masyarakat.

Wali Kota sebelumnya juga telah menetapkan status darurat karhutla untuk memperkuat penanganan dan koordinasi lintas sektor. Pemkot Pontianak berkoordinasi dengan Pemprov Kalimantan Barat, pemerintah pusat, Forkopimda, hingga pihak swasta.

"Ini kita lakukan untuk memperkuat koordinasi penanganan bersama, baik dalam pencegahan kebakaran maupun penanganan akibat kesehatan masyarakat," kata Edi, Senin, dikutip dari detikcom.

(antara/wis)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional