Ilustrasi(Dok Istimewa)
UPAYA memperkuat ekonomi kerakyatan terus menjadi salah satu konsentrasi pembangunan nasional. Di tengah dorongan pemerintah meningkatkan daya saing UMKM sebagai tulang punggung perekonomian, kerjasama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi strategi krusial untuk mempercepat transformasi upaya desa melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan kapabilitas sumber daya manusia.
Semangat itu diwujudkan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dengan ruang lingkup Pemberdayaan Desa Binaan Tahun 2026 nan didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Memasuki tahun ketiga pelaksanaan, Universitas Mercu Buana berbareng Universitas Budi Luhur menjalankan pendampingan secara berjenjang (series) di Desa Keranggan, Tangerang Selatan, guna memastikan proses alih teknologi dan peningkatan kapabilitas masyarakat berjalan secara berkelanjutan.
Program tersebut menghadirkan dua lini produksi utama untuk mendukung pengembangan UMKM. Pada sektor bordir, masyarakat memperoleh support berupa mesin jahit, mesin obras, dan mesin bordir.
Adapun pada sektor pengolahan pangan, tersedia mesin pemilah kulit ari, mesin sangrai, mesin penggiling, mesin filling, dan mesin kaleng untuk mendukung produksi olahan kacang dan sambal.
Penerapan teknologi ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produk UMKM sehingga mempunyai daya saing lebih tinggi di pasar.
Dalam pelatihan, Senin (3/8/2026), peserta mendapatkan pembekalan mengenai Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), penggunaan peralatan produksi bordir, pemanfaatan website, digital marketing, dan strategi memperluas jangkauan pasar.
Rangkaian pendampingan bakal bersambung dengan training penggunaan mesin bordir, produksi bordir, penggunaan perangkat produksi olahan kacang dan sambal, serta persiapan sertifikasi produk berbareng master teknologi pangan agar produk UMKM memenuhi standar kualitas dan mempunyai nilai tambah.
Mewakili Lurah Keranggan, Dedi menegaskan pemerintah kelurahan bakal terus mendukung program pemberdayaan masyarakat nan berfaedah nyata.
"Pemerintah Kelurahan Keranggan berkomitmen terus mendukung setiap aktivitas nan memberikan faedah secara luas bagi masyarakat. Kami berambisi kerjasama seperti ini dapat terus berlanjut," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata nan diwakili Wibowo menilai sinergi antara pemerintah wilayah dan perguruan tinggi mempunyai potensi besar untuk memperkuat pengembangan area wisata berbasis masyarakat.
Menurutnya, model kerjasama tersebut tidak hanya berakibat bagi Desa Keranggan, tetapi juga berkesempatan diterapkan di sembilan area ekowisata lain di sekitarnya sehingga faedah ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Mewakili tim hibah Pemberdayaan Desa Binaan sekaligus Ketua Program Studi Teknik Elektro Universitas Mercu Buana, Heru Suwoyo mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersedianya teknologi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat bisa memanfaatkannya secara berkelanjutan.
"Teknologi dan training nan kami hadirkan kudu betul-betul dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Pendampingan bakal terus dilakukan agar manfaatnya dirasakan secara menyeluruh dan berkelanjutan," kata Heru.
Program ini juga menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa melalui penerapan pengabdian kepada masyarakat. Mereka terlibat langsung dalam proses pendampingan dan menyerap beragam kebutuhan riil masyarakat sebagai bekal pengembangan solusi berbasis teknologi.
Heru Suwoyo menambahkan dengan sinergi antara Universitas Mercu Buana, Universitas Budi Luhur, pemerintah daerah, dan masyarakat, Program Pemberdayaan Desa Binaan diharapkan bisa memperkuat daya saing UMKM desa melalui penerapan teknologi tepat guna, peningkatan kompetensi pelaku usaha, serta pengembangan pemasaran digital.
"Model kerjasama ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi berbasis desa dan memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput," pungkasnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·