Bareskrim Polri mengungkapkan, 321 orang WNA nan digerebek dalam gedung perkantoran area Hayam Wuruk, Jakarta Barat, mengoperasikan sebanyak 147 situs gambling online. Situs itu dijalankan secara bergantian.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap digital forensik dari peralatan bukti nan telah disita nan dilakukan oleh Puslabfor Bareskrim Polri, ditemukan sebanyak 145 web ataupun domain ataupun situs pertaruhan nan dikelola oleh para tersangka secara bergantian," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra dalam bertemu pers di Bareskrim Polri, Jumat (26/6).
Wira mengatakan, situs itu sengaja dijalankan secara bergantian untuk menghindari pemblokiran.
"Mengapa di dalam pengelolaannya secara bergantian? Karena ini dimaksudkan untuk menghindari pemblokiran dari Kementerian Komdigi," ujarnya.
Wira menjelaskan, server untuk menjalankan situs gambling online nan dioperasikan para pelaku tidak berada di Indonesia. Server itu tersebar di beberapa benua.
"Setelah dilakukan pendalaman dan penelusuran secara teliti dan saksama, didapatkan info bahwa IP address alias pun alamat server maupun hosting berada di luar negeri. Di antaranya di Brasil, Filipina, China, maupun Vietnam," ungkapnya.
Adapun dalam kasus ini, polisi sebelumnya menggerebek sebuah perkantoran di area Hayam Wuruk. Dari sana diamankan 321 WNA nan kedapatan sedang mengoperasikan situs gambling online, sebanyak 287 di antaranya sudah dijerat sebagai tersangka. Ditemukan juga keterlibatan 4 orang WNI nan juga sudah ditetapkan sebagai tersangka di kasus ini.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·