Babak final NextGen Undergraduate Scholarship Program diikuti 8 finalis terbaik nan mempresentasikan hasil kajian mereka di hadapan majelis juri nan terdiri atas akademisi dan praktisi industri. Penilaian dilakukan berasas kedalaman analisis, relevan(Dok. Sinar Mas Land)
SINAR Mas Land melalui Digital Hub memberikan danasiwa pendidikan jenjang Sarjana (S1) senilai Rp1,2 miliar di Monash University, Indonesia. Inisiatif ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan 3 juta talenta digital nasional hingga tahun 2030 sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Beasiswa tersebut diberikan kepada pemenang NextGen Digital Impact Competition nan digelar pada Juni 2026. Kompetisi berskala nasional ini menantang generasi muda untuk merumuskan solusi inovatif atas beragam persoalan di bagian upaya digital dan teknologi info berbasis riset.
Berdasarkan hasil seleksi ketat terhadap delapan finalis, Clara Sutanto terpilih sebagai pemenang kategori Digital Business dengan karya ilmiah "Caring for the Forgotten Generation".
Sementara itu, Darlene Jovela Rachmat memenangkan kategori Information Technology melalui karya berjudul "The Digital Divide in Healthcare: How Accessible is AI in Rural Indonesia?". Keduanya berkuasa atas danasiwa penuh 100% untuk menempuh studi di Monash University, Indonesia.
CEO Urban Solution & Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap, menegaskan bahwa investasi pada talenta muda adalah investasi masa depan. "Kami mau memperluas akses pendidikan berbobot tinggi dan membekali generasi muda dengan kompetensi internasional agar bisa mendorong penemuan serta daya saing ekonomi digital Indonesia," ujarnya.
Vice President of Education Monash University, Indonesia, Dr. Yessy Arnold Perangin Angin, turut mengapresiasi kerjasama ini. Menurutnya, sinergi antara bumi pendidikan dan industri sangat krusial untuk membekali mahasiswa dengan keahlian berpikir kritis dan pemecahan masalah nan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Monash University, Indonesia sendiri telah datang di BSD City sejak 2021 dan resmi membuka program Sarjana di bagian Digital Business, Information Technology, serta Design pada Juli 2026. Universitas ini menempati ranking ke-31 bumi berasas QS World University Rankings 2027.
Kehadiran kampus ini di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ETKI Banten semakin memperkuat ekosistem Digital Hub BSD City. Integrasi antara lembaga pendidikan, perusahaan teknologi, dan pusat riset dalam satu area diharapkan dapat mempercepat terciptanya penemuan digital nan berakibat global. (RO/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·