Gelandang serang Man City, Rayan Cherki.(Henry Nicholls / AFP)
GELANDANG serang asal Prancis, Rayan Cherki, menjadi bintang utama dalam kemenangan telak Manchester City 4-1 atas Crystal Palace di Selhurst Park. Dua gol ciamik di babak kedua nan dicetaknya membuktikan kapasitasnya sebagai aspek penentu dalam skema permainan manajer baru, Enzo Maresca, pada era pasca-Pep Guardiola.
Didatangkan dari Lyon dengan nilai transfer £30 juta, pemain berumur 23 tahun ini menunjukkan performa memukau nan tidak hanya mengandalkan kejeniusan individu, tetapi juga kedisiplinan taktik. Pujian unik datang dari Maresca nan menyoroti kerja keras Cherki saat memperkuat dan mematikan pergerakan gelandang Palace, Adam Wharton.
"Semua orang tahu kualitasnya saat memegang bola, tetapi penampilannya tanpa bola hari ini luar biasa. Dia mengontrol permainan dan memberikan performa nan sangat komplit bagi tim," ujar Maresca usai pertandingan.
Momentum kegemilangan Cherki terjadi di babak kedua. Menerima umpan dari Phil Foden, dia melakukan tindakan slalom melewati empat pemain memperkuat Crystal Palace sebelum menaklukkan kiper Dean Henderson. Ketika Palace sempat memperkecil kedudukan, Cherki kembali memperlebar jarak lewat tembakan jarak jauh terukur dari luar kotak penalti.
Ia mengalami Piala Dunia nan mengecewakan berbareng Prancis lantaran hanya menjadi pemain pelapis, dan baru tampil sebagai starter saat melawan Inggris dalam perebutan tempat ketiga-keempat. Ia digantikan pada babak pertama saat timnya tertinggal 0-4. Ada juga video nan beredar menunjukkan ketidaksenangan Cherki terhadap pembimbing Didier Deschamps.
Mantan gelandang Timnas Inggris, Jamie Redknapp, menyamakan style permainan dan rasa percaya diri Cherki dengan legenda-legenda Premier League seperti Eden Hazard hingga Eric Cantona.
"Apa nan dilakukannya di dalam kotak penalti adalah kejeniusan mutlak. Dengan nilai £30 juta, dia memberi dimensi baru dan 'faktor X' nan sangat dibutuhkan Manchester City," puji Redknapp.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan bahwa potensi penurunan performa Manchester City pasca-kepergian Pep Guardiola tidak terbukti, berkah kedalaman skuad dan kontribusi signifikan dari talenta muda seperti Rayan Cherki.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·