Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 6 juta info penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nan terindikasi dobel alias ganda. Untuk memastikan ketepatan info penerima manfaat, BGN saat ini menggandeng Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan temuan tersebut diketahui dalam proses pemutakhiran info penerima faedah MBG. Meski begitu, menurut Sudaryono info dobel tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya jutaan penerima fiktif.
“Kita menemukan ada praktik lama ya, ada data-data nan dobel ialah sekitar ada 6 juta dobel ya,” kata Sudaryono dalam konvensi pers di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Sudaryono mencontohkan info dobel dapat terjadi ketika seseorang tercatat sebagai santri di pesantren, tetapi pada saat nan sama juga tercatat sebagai siswa di sekolah lain.
“Biasanya misalnya orang di pesantren, dia dicatat di pondok itu tapi dia sekolah di SMP mana. Jadi itu dicatat dobel. Tapi bukan berfaedah 6 juta terus kali-kali-kali sekian miliar bukan,” ujarnya.
Selain info ganda, dalam pemutakhiran info terbaru BGN juga menemukan persoalan lainnya ialah 414 dapur nan terindikasi belum ada, tetapi VA (Virtual Account)-nya telah diisi dana. Atas temuan ini, BGN kemudian mengembalikan biaya sebesar Rp 311 miliar.
Sudaryono menyebut untuk memperbaiki kecermatan data, BGN menandatangani kerja sama dengan Dukcapil Kemendagri mengenai pemutakhiran info kependudukan.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·