Sidak Jalur Tikus ke Malaysia di Dumai Riau, Imigrasi Amankan 16 Orang

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kantor Imigrasi Dumai, Riau, Rabu (16/9/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai mengungkap pola masuknya penduduk negara asing melalui jalur tidak resmi di wilayah pesisir Dumai. Titik nan digunakan untuk masuk ke Indonesia dapat berpindah-pindah sehingga menyulitkan pengawasan petugas.

Anggota Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Muhammad Hafis, mengatakan letak nan digunakan untuk masuk secara terlarangan bisa berubah setelah diketahui masyarakat alias petugas.

"Jadi nggak bisa kita pantau lantaran dia udah tahu di sini udah tercium sama masyarakat lain, dia pindah. Cari tempat lain. Seterusnya gitu,” kata Hafis saat ditemui di Kantor Imigrasi Dumai, Riau, Jumat (18/9).

Menurut Hafis, kondisi tersebut membikin petugas tidak bisa hanya memantau satu titik tertentu. Terlebih, Dumai mempunyai wilayah perairan nan luas.

“Celahnya, lantaran di Dumai ini perairannya semua perairan air,” ujarnya.

Hafis menyampaikan perihal tersebut setelah petugas mengamankan 16 orang nan masuk ke wilayah Dumai melalui area Purnama, Dumai Barat. Mereka terdiri dari 8 WNI dan 8 WNA Bangladesh.

Delapan WNA Bangladesh tersebut masuk dari Malaysia menggunakan speedboat. Mereka tidak melalui pemeriksaan imigrasi sehingga jalur nan digunakan dikategorikan sebagai jalur tidak resmi alias jalur tikus.

Petugas telah mengetahui keberadaan mereka sejak malam dan melakukan pemantauan hingga pagi. Mereka kemudian diamankan sekitar pukul 06.00 WIB.

Hafis tidak menyebut secara jelas kapan penyelenggaraan operasi tersebut, dia hanya menyebut bahwa operasi dilakukan pada hari Senin dua pekan lalu, sebelum tulisan ini ditulis.

Hafis mengatakan area Purnama nan digunakan sebagai letak masuk tersebut berada di dekat permukiman warga. Berdasarkan pengecekan letak dan keterangan masyarakat, peristiwa tersebut baru pertama kali ditemukan di area tersebut.

“Kalau kemarin udah kita olah TKP ke sana, udah nanya masyarakat, itu baru pertama kali,” ujar Hafis.

Dia mengatakan pola penggunaan jalur tidak resmi di wilayah pesisir juga tidak selalu terjadi pada waktu nan sama. Menurut dia, perlintasan dapat berjalan pada malam maupun pagi hari.

Pengawasan terhadap jalur-jalur tersebut dilakukan berbareng abdi negara lain. Hafis menyebut Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) dan TNI turut melakukan penjagaan di wilayah perairan.

Dalam kasus 16 orang tersebut, delapan WNA Bangladesh kemudian ditangani Imigrasi Dumai lantaran ditemukan masuk tanpa melalui pemeriksaan keimigrasian.

Hafis mengatakan petugas tetap mendalami kasus tersebut, termasuk tujuan perjalanan para WNA. Berdasarkan pemeriksaan sementara, mereka sebelumnya berada di Malaysia dan diduga hendak menuju Australia.

Kedelapan WNA itu saat ini ditempatkan di ruang detensi Kantor Imigrasi Dumai, Riau, sembari menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan