Suriah memulai kembali pembayaran internasional setelah bertahun-tahun. Dikutip dari AFP, Sabtu (29/8), Visa dan Mastercard mengatakan telah memproses pembayaran kartu internasional pertama di Suriah dalam lebih dari satu dekade, beberapa hari setelah Washington mencoret Suriah dari daftar negara sponsor terorisme.
Dalam pernyataannya, Mastercard mengatakan bahwa pihaknya berbareng Grup Bank Nasional Qatar (Qatar National Bank Group/QNB) telah memproses pembayaran kartu internasional pertama di Suriah setelah lebih dari 15 tahun.
"Menandai tonggak krusial dalam modernisasi ekosistem pembayaran Suriah," kata Mastercard dalam pernyataannya.
Sementara Visa dalam pernyataannya pada Rabu (26/8) mengatakan telah menguji transaksi internasional la gsung pertama di Suriah. Mereka juga menyinggung ini sebagai tonggak krusial dalam mendukung sektor jasa finansial negara itu.
Langkah ini dilakukan melalui kerja sama dengan Fransabank asal Lebanon, nan disebut sebagai lembaga finansial penerima pembayaran, serta dengan perusahaan pembayaran elektronik lokal, PaymeraI.
Paymera pada Kamis (27/8) mengatakan telah melaksanakan pembayaran elektronik pertama menggunakan Visa.
Sejak Bashar al-Assad digulingkan pada Desember 2024, sejumlah negara Barat telah mencabut hukuman nan sebelumnya dijatuhkan terhadap Suriah, setelah perang kerabat berjalan selama nyaris 14 tahun.
Pada Senin (24/8), Amerika Serikat (AS) mencoret Suriah dari daftar negara sponsor terorisme, mencabut status nan telah bertindak selama beberapa dasawarsa nan disertai dengan pembatasan ekonomi nan berat, sekaligus menandai langkah lain dalam mencairnya hubungan kedua negara.
Visa dalam pernyataannya mengatakan uji coba merupakan awal dari langkah berhistoris menuju ekspansi keahlian pembayaran digital di pasar, serta menyediakan langkah pembayaran nan dikenal, aman, dan nyaman bagi visitor internasional.
Gubernur bank sentral, Safwat Raslan, mengunggah sebuah video di media sosial nan menunjukkan dirinya berbareng Presiden Ahmed al-Sharaa bayar kopi di kafe Damaskus dengan kartu.
"Ini merupakan pembayaran pertama menggunakan kartu Visa di jantung Damaskus, setelah Suriah dihapus dari daftar negara sponsor terorisme," kata Raslan.
"Rasanya susah diungkapkan dengan kata-kata. Ini merupakan awal baru nan membawa angan sekaligus tanggung jawab besar," lanjutnya.
"Kami bakal terus bekerja tanpa henti untuk membangun sistem finansial nan modern, tepercaya, dan terbuka nan selaras dengan aspirasi penduduk Suriah dan membuka peluang-peluang baru bagi mereka," katanya lagi.
Damaskus berambisi perihal ini dapat membantu mengakhiri isolasi ekonomi Suriah dan memperkuat integrasinya ke dalam sistem ekonomi serta finansial global, sekaligus menarik investasi dan mendukung pembangunan negara nan berupaya melakukan pemulihan.
23 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·