Kejar Investasi Sektor Olahraga, RI Dinilai Bisa Contoh Inggris hingga AS

Sedang Trending 57 menit yang lalu
Pemandangan umum Stadion Utama Gelora Bung Karno saat para atlet disabilitas bertanding dalam beragam nomor atletik pada Asian Para Games 2018 di Jakarta, Kamis (11/10/2018). Foto: Arief Bagus/AFP

Pemerintah menargetkan potensi investasi di sektor olahraga nasional dapat menembus 251 miliar dolar AS alias setara Rp 8.000 triliun. Inggris dan Amerika Serikat (AS) dinilai sebagai negara nan tepat untuk dijadikan referensi dalam membangun industri tersebut.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai sektor olahraga mempunyai potensi ekonomi nan luar biasa jika sukses dikelola sebagai industri seperti di negara maju.

“Sektor olahraga mempunyai potensi luar biasa bagi ekonomi. Potensi tersebut baru bisa terwujud jika kita sukses menjadikan olahraga sebagai industri, seperti di UK dan AS. Saat ini peran industri olahraga di Indonesia, diperkirakan tetap di bawah 0,2 persen PDB. Bandingkan dengan UK dan AS nan diperkirakan sudah mencapai di atas 2,5 persen dan 5 persen PDB,” kata Wijayanto kepada kumparan, Minggu (30/8).

Ia menekankan pentingnya izin dan insentif agar industri ini dilirik investor. Meski demikian, dia menilai sasaran nomor investasi tersebut perlu dihitung kembali secara mendalam.

“Syarat agar industri olahraga bisa berkembang adalah kejuaraan OR nan reguler sejak dini, izin nan berintegritas dan insentif fiskal dan non-fiskal bagi business nan terlibat. Terkait nilai investasi nan diperlukan, perlu kalkulasi nan mendalam, rasanya bakal jauh di bawah Rp 8.000 triliun,” ujarnya.

Sementara itu, Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyebut bahwa sektor olahraga selama ini belum menjadi pilar utama investasi nasional. Namun, Indonesia sebenarnya mempunyai kelebihan modal pasar nan besar.

“Indonesia sebenarnya punya kelebihan nan besar lantaran pasar domestiknya jauh lebih luas, pedoman manufaktur apparel dan dasar kaki sudah kuat, serta punya potensi besar untuk sepak bola, bulu tangkis, olahraga rekreasi, dan sport tourism. Persoalannya adalah gimana kelebihan tersebut diubah menjadi industri nan menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan,” jelas Yusuf.

Langkah konkret memacu sektor ini ditandai lewat penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Investasi/BKPM dan Kemenpora mengenai perizinan berupaya berbasis akibat (OSS), Jumat (28/8). Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani menyatakan investasi olahraga kudu berakibat luas pada ekonomi dan pariwisata.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir juga menegaskan besarnya nilai serta laju pertumbuhan industri olahraga global.

“Sport industry itu kurang lebih nilainya USD 521 miliar alias Rp 8.000 triliun nan pertumbuhan setiap tahunnya itu 8 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi banyak negara. Belum sport tourism, nan (nilainya) nyaris USD 600 miliar dan ini juga pertumbuhannya signifikan,” ujar Erick.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan