Melihat Lokasi Pembangunan Flyover Margonda yang Dijanjikan KDM Dibangun 2027

Sedang Trending 15 jam yang lalu
Lokasi rencana pembangunan flyover Margonda Depok. Foto: Dok. Istimewa

Kemacetan menjadi pemandangan nan tak asing bagi penduduk dan pengguna Jalan Margonda Raya, Depok. Ruas jalan nan menjadi salah satu urat nadi Kota Depok itu kerap dipadati kendaraan, terutama pada jam sibuk dan akhir pekan.

Salah satu titik nan menjadi perhatian berada di sekitar pintu keluar Tol Cijago, Kecamatan Beji. Di letak inilah rencana pembangunan flyover Margonda–Juanda disiapkan Pemerintah Kota Depok.

Rencana tersebut sekarang mulai memasuki tahap awal. Pemerintah Kota Depok telah melakukan uji tanah alias sondir di sepanjang Jalan Margonda Raya sejak 13 Februari 2026.

Pantauan kumparan Sabtu (29/8), tampak pengerjaan proyek sudah mulai berlangsung. Area proyek di tengah badan Jalan Margonda Raya ditutup menggunakan tripleks nan dilapisi banner putih dengan logo Pemerintah Kota Depok. Titik pengerjaan berada tidak jauh dari pintu keluar Tol Cijago.

Kepala Bappeda Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, aktivitas tersebut merupakan bagian dari penyusunan Feasibility Study (FS) alias studi kepantasan pembangunan flyover.

"Salah satunya untuk mengukur kondisi tanah melalui aktivitas sondir, ialah metode pengetesan tanah di lapangan," ujar Dadang.

Proyek pembangunan flyover Margonda di Jalan Raya Margonda, Depok, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026). Foto: Dok. kumparan

Menurut Dadang, uji tanah di letak telah dimulai pada 13 Februari 2026 dan saat ini sudah selesai. Alat nan digunakan untuk pekerjaan tersebut kemudian memasuki tahap demobilisasi.

"Sekarang dalam tahap demobilisasi alat. Lokasi 1 titik dengan kedalaman 30 meter," katanya.

Setelah studi kepantasan rampung, Pemkot Depok bakal melanjutkan proyek ke tahap lelang Detail Engineering Design (DED) dan konstruksi.

"Setelah FS selesai dilanjutkan lelang DED dan konstruksi. Ground breaking bangunan diperkirakan dimulai triwulan 4 tahun 2026, sehingga pembangunannya multiyears," ujar Dadang.

Proyek flyover Margonda-Juanda diperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp 250 miliar. Pembangunan tersebut menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Depok di bawah kepemimpinan Wali Kota Depok Supian Suri dalam upaya menata kemacetan sekaligus memperkuat sistem transportasi terintegrasi.

Flyover tersebut diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurai kepadatan lampau lintas di salah satu simpang nan selama ini menjadi titik kemacetan di Depok.

Warga Lebih Pilih Flyover Ketimbang Gapura

Proyek pembangunan flyover Margonda di Jalan Raya Margonda, Depok, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026). Foto: Dok. kumparan

Di tengah rencana pembangunan tersebut, persoalan kemacetan Margonda di titik lainnya kembali menjadi perhatian warga.

Pada Sabtu (29/8), sejumlah penduduk nan ditemui di area Margonda menilai pembangunan prasarana nan betul-betul berakibat terhadap arus lampau lintas lebih dibutuhkan dibandingkan pembangunan nan hanya berfaedah sebagai penanda alias estetika kota.

Salah satunya Dewi. Dia menyoroti pembangunan gapura di jalan Margonda. Dia menilai pembangunan gapura di area perbatasan Depok-Jakarta Selatan memang dapat mempercantik wajah kota. Namun, menurutnya, keberadaan gapura tidak banyak berpengaruh terhadap persoalan kemacetan.

"Kalau menurut saya gapura sih nggak terlalu nge-effect buat kemacetan di Depok. Kalau saya prefer sih ke flyover ya untuk mengurai kemacetan," ujar Dewi kepada kumparan.

Menurut Dewi, salah satu titik kemacetan nan paling parah berada di area Jalan Margonda, khususnya di sekitar perbatasan UI dan Margonda.

Kepadatan kendaraan apalagi semakin terasa ketika akhir pekan. "Kalau weekend apalagi itu nggak bisa jalan sama sekali," katanya.

Dia menilai gapura lebih mempunyai kegunaan estetika dan dapat menjadi tempat penduduk mengambil foto. Namun, kegunaan tersebut berbeda dengan prasarana transportasi nan secara langsung dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan.

"Kalau misalnya estetik, paling buat foto-foto, buat ini. Tapi untuk mengurai kemacetan kayaknya nggak ini banget deh," ucapnya.

Proyek pembangunan flyover Margonda di Jalan Raya Margonda, Depok, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026). Foto: Dok. kumparan

Dewi juga menyambut rencana pembangunan flyover di sekitar pintu keluar Tol Cijago. Meski belum percaya seberapa besar dampaknya, dia berambisi proyek tersebut bisa menjadi salah satu solusi kemacetan di Depok.

"Kayaknya sedikit ya, mengurai. Tapi kita juga nggak tahu ya, semoga aja sih ada jalan keluar lah untuk solusi kemacetan di Depok lah terutama," ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Iqbal. Dia tidak mempersoalkan pembangunan gapura lantaran menurutnya prasarana tersebut dapat menjadi identitas dan penanda wilayah Kota Depok.

"Pembangunan gapura itu sih bagus ya, seperti infrastruktur, sebagai pengenalan Kota Depok. Apalagi kan gapura itu kan antara Depok sama Jakarta Selatan," kata Iqbal saat diwawancarai kumparan.

Namun, menurut dia, kebutuhan terhadap prasarana untuk mengatasi kemacetan jauh lebih mendesak.

"Selain gapura gitu, kan gapura sebagai penanda aja deh, Bang, perbatasan Depok dengan Jakarta. Paling pembuatan flyover aja sih nan dijanjikan. Karena kan flyover itu kan bisa menjadi agar nggak macetnya," ujarnya.

Iqbal menyebut area sekitar pintu keluar tol dan Mal Margo City sebagai sejumlah titik nan kerap mengalami kepadatan.

"Mungkin jika adanya flyover alias jembatan layang, itu bisa kualitasnya jadi lancar," tambahnya.

KDM Janjikan Dibangun 2027

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai Rapat Paripurna Kesepakatan Bersama antara Gubernur dan DPRD atas Rancangan KUA dan Rancangan PPAS Tahun 2027 di DPRD Provinsi Jawa Barat, Rabu (4/8/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Harapan penduduk terhadap pembangunan prasarana untuk mengatasi kemacetan tersebut sejalan dengan rencana nan disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM.

Dedi menjanjikan pembangunan flyover Margonda dan underpass Citayam pada 2027. Kedua proyek tersebut disiapkan untuk mengatasi persoalan kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas di wilayah Depok dan sekitarnya.

Untuk Margonda, flyover menjadi salah satu solusi nan disiapkan untuk mengurai kepadatan di ruas jalan utama Kota Depok. Sementara di Citayam, proyek nan direncanakan berupa underpass nan menghubungkan area Citayam dengan Bojonggede.

Dedi menargetkan kedua proyek tersebut mulai direalisasikan pada 2027. Pembangunannya bakal melibatkan pemerintah wilayah sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Jika rencana tersebut melangkah sesuai target, pembangunan flyover Margonda bakal memasuki tahap bangunan setelah sebelumnya Pemkot Depok melakukan penyusunan studi kepantasan dan uji tanah.

Artinya, pekerjaan bentuk flyover Margonda–Juanda diproyeksikan mulai bergerak pada akhir 2026 dan bersambung secara multiyears hingga pembangunan selesai.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan