Seskab Teddy Ungkap Capaian Satgas PKH: Bukti Nyata Prabowo Berantas Korupsi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Seskab Teddy Indra Wijaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkap capaian Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) nan telah menyetor puluhan triliun rupiah ke negara.

"Jadi, nan pertama hari ini, Jumat, 10 April 2026, tadi sore baru saja teman-teman datang juga, atas perintah Bapak Presiden diserahkan duit cash senilai sekitar Rp 11,4 triliun. Itu apa? Itu adalah denda atas segala corak pelanggaran norma dan korupsi di area rimba ya, nan mana sejak satu tahun lampau Bapak Presiden membentuk satgas nan total sampai sekarang itu duit cash nan diserahkan kepada negara adalah sekitar Rp 31,3 triliun," ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).

Ia menjelaskan, capaian tersebut tidak hanya berupa duit tunai, tetapi juga penguasaan kembali aset negara dalam jumlah besar.

"Itu berupa duit cash dan aset senilai kurang lebih Rp 370 triliun. Oke," katanya.

Ia menegaskan capaian tersebut menjadi bukti konkret kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi dan pelanggaran hukum.

Presiden Prabowo Subianto dalam aktivitas Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara di Kejaksaan Agung, Jakarta, (10/4/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Nah, poinnya apa? Tadi adalah salah satu dari banyaknya corak tindakan tegas konkret bukti nyata pemerintah Bapak Presiden Prabowo dan tim untuk memberantas korupsi dan segala pelanggaran norma ya. Itu nan pertama," lanjutnya.

Selain memaparkan capaian tersebut, Teddy juga meluruskan rumor nan menyebut kondisi Indonesia bakal mengalami kekacauan dalam waktu dekat.

"Kemudian nan kedua, saya mau luruskan beberapa isu. Tadi ada pertanyaan, jadi beberapa waktu lampau sempat ada rumor nan menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Indonesia bakal chaos ya. Pertama, saya minta maaf mau luruskan, itu adalah narasi nan keliru. Tidak ada itu chaos-chaos. nan ada adalah semuanya terkendali," tandas dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan