Seskab Teddy Bantah Indonesia akan Chaos: Tidak ada, Semua Terkendali!

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya buka bunyi mengenai pendapat sejumlah kalangan nan menilai Indonesia bakal chaos dalam waktu dekat. Dia memastikan kondisi nasional tetap terkendali.

"Saya mau luruskan beberapa isu. Tadi ada pertanyaan. Jadi beberapa waktu lampau sempat ada rumor nan menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Indonesia bakal chaos ya. Pertama, saya minta maaf mau luruskan, itu adalah narasi nan keliru. Tidak ada itu chaos-chaos. nan ada adalah semuanya terkendali," kata Seskab Teddy kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menurut Teddy, Indonesia berada dalam keadaan kondusif dan terkendali, meskipun di tengah dinamika dunia timur tengah. Terlihat dari upaya pemerintah nan tidak menaikan nilai bahan bakar minyak (BBM).

"Banyak sekali negara nan meningkatkan nilai BBM, kesulitan BBM, tapi justru Presiden Prabowo memutuskan untuk tidak meningkatkan nilai BBM subsidi sama sekali. Itu fakta. Anda bisa lihat sendiri di negara tetangga dan negara sekitar," ujarnya.

Selanjutnya, Teddy mengatakan bahwa perekonomian nasional nan dinilai tetap positif. Ia menyebut daya beli masyarakat tetap terjaga dan didukung oleh info dari para ekonom.

"Kemudian nan kedua, info perekonomian dari ahli ekonomi nan betul menunjukkan kita mengarah ke optimistik. Daya beli masyarakat terjaga," tuturnya.

Dia juga menekankan stabilitas nan terlihat selama dua periode Lebaran terakhir di masa pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, kesiapan bahan pokok terjaga, nilai relatif stabil, serta pengedaran daya dan arus mudik melangkah lancar.

"Dan faktanya, buktinya, di dua kali itu kita alami bersama, seluruhnya stabil. Harga bahan pokok, kebutuhan pokok tersedia, harga-harga stabil, BBM tersedia, dan arus mudik lancar ya. Itu adalah kebenaran info nan tersedia di lapangan. Semua terukur di sini. Jadi masyarakat jangan khawatir," katanya.

Inflasi Pengamat
Dalam kesempatan itu Teddy, juga menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan dari beragam pihak, dengan penekanan pada pentingnya penyampaian nan berbasis info dan fakta.

Namun, menurutnya saat ini ada kejadian nan terjadi ialah "inflasi pengamat", ialah meningkatnya jumlah pihak nan menyampaikan opini di ruang publik tanpa didukung latar belakang skill maupun info nan akurat.

Teddy menambahkan bahwa sebagian opini nan berkembang di masyarakat tidak sepenuhnya berbasis kebenaran dan berpotensi menyesatkan publik. Meski demikian, Seskab menekankan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah tetap tinggi.

"Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri. Dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta. Datanya keliru, "ucap Seskab.

"Tapi faktanya apa? Faktanya lebih dari 96 juta penduduk lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Itu adalah bukti nyata kepercayaan publik. Bukan suatu asumsi," lanjutnya.

Lebih lanjut, Teddy menyampaikan bahwa perbedaan pandangan merupakan perihal nan wajar dalam demokrasi. Pemerintah, menurutnya, tidak menutup ruang kritik, selama disampaikan secara konstruktif dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Jadi saya kira boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat. Silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement nan mengarah pada kecemasan, membikin orang resah terhadap negeri ini. Semuanya stabil, semuanya terkendali," ujarnya.

Untuk itu, seluruh pihak diharapkan menjaga optimisme dan membangun angan positif terhadap masa depan bangsa.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News