Serapan Beras Bulog Sentuh Angka 87 Persen, Margin Keuntungan Ditingkatkan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Serapan Beras Bulog Sentuh Angka 87 Persen, Margin Keuntungan Ditingkatkan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani(MI/Naufal Zuhdi)

DIREKTUR Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa Perum Bulog terus konsisten mendukung swasembada pangan berkepanjangan di tahun ini. Hal itu tercermin dari serapan beras Bulog nan telah menyentuh nomor 87% alias telah mencapai 3,5 juta ton pada Agustus 2026.

“Bulog bakal melanjutkan untuk swasembada pangan berkepanjangan di tahun 2026. Dengan bukti di bulan Agustus ini sudah mencapai lebih dari 87% dari serapan Bulog,” kata Rizal di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Senin (3/8).

Rizal menambahkan bahwa Perum Bulog mendapatkan support dari Menteri Pertanian, Menko Pangan, Menteri Keuangan, serta Mensesneg nan memberikan pengurangan kembang bank kepada Bulog nan bakal bertindak pada tahun ini.

“Yang kembang bank nan biasanya 7 sampai 8% diturunkan 2 sampai 3%. Ini luar biasa dan akibat dari pengurangan kembang bank tersebut Bulog bisa untuk mengurangi biaya pembayaran kembang dalam satu tahun lebih dari Rp1,07 triliun. Ini suatu prestasi nan luar biasa dan ini baru kali ini Bulog diberikan kembang nan begitu rendah 3% dari pemerintah dan diberikan tambahan subsidi kembang 2% dari pemerintah,” sebutnya.

Selain itu, Rizal juga menyampaikan bahwa Perum Bulog juga telah mendapatkan peningkatan margin nan sebelumnya Rp50 per kilogram menjadi 7%. 

“Nah, 7% itu jika dikalkulasikan dengan nomor menjadi sekitar Rp970. Sehingga dengan Rp970 tersebut jika diperhitungkan sampai dengan akhir tahun maka diproyeksikan neraca finansial Bulog bakal menjadi positif ialah sekitar Rp1,14 triliun,” ungkap Rizal.

Dengan penambahan hasil nan positif ini, lanjut Rizal, Perum Bulog bakal memperbaiki dan meningkatkan kualitas serta meningkatkan tingkat pelayanan kepada masyarakat.

“Kemudian kami juga dalam waktu dekat juga bakal meningkatkan pemeliharaan penyimpanan terutama unik teman-teman kepala penyimpanan dan kawan-kawan nan selama ini sebagai ujung tombak dan tulang punggung Bulog nan memelihara dan merawat beras-beras Bulog kami naikkan biaya operasionalnya di penyimpanan menjadi dua kali lipat. Harapan kami kualitas dari beras dan standarisasi beras tetap terjaga sesuai dengan nan diharapkan oleh pemerintah,” pungkasnya. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia