
Ilustrasi serangan Israel di Gaza.
GAZA – Serangan Israel pada Jumat (15/5/2026) menewaskan setidaknya tujuh orang dan melukai lebih dari 50 orang di Jalur Gaza. Rezim Zionis menyatakan serangan tersebut menargetkan komandan militer tertinggi Hamas, Izz al-Din al-Haddad, dan merupakan serangan pertama terhadap pejabat senior golongan pejuang Palestina itu sejak gencatan senjata pada Oktober.
Serangan tersebut dilancarkan di saat Palestina memperingati 78 tahun peristiwa Nakba alias Bencana, nan menggambarkan pengusiran 957.000 penduduk Palestina dari tanah mereka oleh Israel pada 1948.
Kedua pihak tidak mengonfirmasi apakah Izz al-Din al-Haddad tewas alias terluka dalam serangan itu. Layanan darurat Gaza mengatakan bahwa korban luka-luka telah dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa.
Dalam pernyataan berbareng pada Jumat, Netanyahu dan Katz mengatakan al-Haddad termasuk di antara "arsitek" serangan nan dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 dan menuduhnya terlibat dalam penyanderaan nan diambil selama serangan tersebut. Mereka juga menuduhnya menolak untuk menerapkan rencana nan dipromosikan oleh Presiden AS Donald Trump agar Hamas melucuti senjata dan Gaza didemiliterisasi.
Sejak fase pertama gencatan senjata diberlakukan tahun lalu, Israel terus melakukan serangan di Gaza, nan sebagian besar telah hancur lebur. Di bawah gencatan senjata, pasukan Israel mempertahankan kendali atas area nan sebagian besar telah dikosongkan penduduknya, nan mencakup lebih dari separuh wilayah kantong tersebut, sementara Hamas tetap mengendalikan sisa jalur pantai. Kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata, dan pembicaraan tentang memajukan rencana pasca-perang Trump untuk Gaza tetap buntu.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·