Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Aslinya Rp179 Ribu

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Surabaya, CNN Indonesia --

Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf alias Gus Ipul memberikan penjelasan mengenai polemik anggaran pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat nan mencapai Rp27 miliar.

Anggaran itu menjadi sorotan publik, lantaran muncul dugaan nilai sepatu Sekolah Rakyat itu menyentuh nomor Rp700 ribu per pasang.

Gus Ipul menjelaskan nomor itu hanya perencanaan awal dan belum final. Menurutnya anggaran nan direncanakan bakal melalui proses pengadaan nan transparan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi gini, setiap anggaran itu kan direncanakan sebelumnya ya. Direncanakan dan kelak tentu ada proses pengadaan. Nah proses pengadaan ini dilelang secara terbuka dan kelak hasilnya pasti lebih murah dari perencanaannya," kata Gus Ipul saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Kedung Cowek Surabaya, Minggu (3/5).

Menurut Gus Ipul, jika proses lelang dan pengadaan sudah dilakukan, maka anggaran dan nilai sepatu bakal jauh lebih murah dari perencanaan awal.

"Jadi jika sekarang disebut Rp700 ribu ya, kelak bisa hasilnya jauh di bawah itu," ucapnya.

Meski tidak merinci perincian teknis proses lelang, Gus Ipul mengaku telah mewanti-wanti seluruh jejeran di Kemensos agar tidak melakukan penyimpangan dalam menjalankan program prioritas Presiden tersebut.

"Saya sudah pastikan kepada teman-teman nan punya tanggung jawab pengadaan peralatan dan jasa di Kementerian Sosial untuk tidak main-main, untuk tidak melakukan penyimpangan dalam rangka melaksanakan program Presiden ini," ujarnya.

Gus Ipul juga menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan seluruh program di Kemenaos. Ia meminta agar jangan ada pihak nan melakukan rekayasa, intervensi alias praktik lancung lainnya.

"Ini sungguh-sungguh saya harapkan betul-betul dilaksanakan dengan baik. Saya sudah sampaikan kepada para penanggung jawab, tidak boleh ada lobby, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada rekayasa, tidak boleh ada hal-hal nan menyimpang dalam proses pengadaan. Tidak hanya nan Sekolah Rakyat, tapi seluruh pengadaan di Kementerian Sosial," katanya.

Wakil Gubernur Jatim dua periode ini pun berkomitmen untuk menjadi pihak pertama nan melaporkan jika ditemukan adanya manipulasi alias praktik terlarangan dalam proyek ini.

"Mari kita belajar kepada hal-hal nan tidak baik di masa lalu. Kita jadikan pelajaran dan ke depan ini kita kudu betul-betul bersih dari korupsi. Kalau terjadi pelanggaran, jika terjadi manipulasi, jika ada kongkalikong. Saya dan Pak Wamen sudah berkomitmen bakal menjadi pihak pertama nan melaporkan teman-teman di Kementerian Sosial nan main-main dengan pengadaan peralatan dan jasa," ucapnya.

Terpisah, pemilik brand sepatu lokal Stradenine asal Surabaya, Reynaldi Daud, memberikan penjelasan setelah foto produknya dikaitkan dengan program sepatu Sekolah Rakyat.

[Gambas:Instagram]

Melalui akun media sosial X, @reynaldi_daud, dia menegaskan pihaknya tidak pernah terlibat dalam proyek pengadaan sepatu Sekolah Rakyat. CNNIndonesia.com telah mendapat izin untuj mengutip postingannya tersebut.

"Foto produk nan beredar di pemberitaan memang merupakan salah satu tulisan kami, dengan nilai Rp179.900. Stradenine tidak pernah terlibat, mengetahui, alias menerima pesanan secara langsung dalam pengadaan sepatu nan sedang diberitakan," kata Reynaldi.

Reynaldi juga menyatakan Stradenine mempunyai visi menyediakan sepatu nan dapat dijangkau semua kalangan dengan nilai pasar nan terjangkau dan jauh dari nomor Rp700 ribu nan sedang ramai dibicarakan publik.

"Dan semua sepatu Stradenine dapat dimiliki dengan nilai dari Rp100.000-an sampai dengan Rp300.000-an per pasang," pungkasnya.

(frd/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional