Pengurus baru yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menyebut sengketa kepengurusan menjadi awal terbongkarnya temuan sekitar 995 senjata di lingkungan sekolah.
Kuasa norma yayasan, Hermawanto, mengatakan pengurus baru baru bisa mengakses sejumlah ruangan setelah memberhentikan ketua pengurus lama.
“Iya, lantaran tanpa ada sengketa itu kami enggak bisa masuk. Justru lantaran sengketa itu, kami kemudian memberhentikan dia ketua, lampau kemudian kami punya akses untuk masuk ke dalam ruangan, ruangan sekolah kan? Akhirnya kami coba buka-buka, enggak tahunya ketika kami buka ruangan itu kita temukan peralatan terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu tetap ada di sini,” jelas Hermawanto kepada wartawan saat ditemui di sekolah, Jumat (7/8).
Ia kemudian menjelaskan awal mula sengketa tersebut.
“Jadi Pak IWD itu kan menjabat sebagai ketua pengurus, ketua pengurus ya. Jadi dalam yayasan itu kan ada pembina, ada pengawas, dan ada pengurus. Dan dia adalah ketua pengurus. Ketua pengurus itu kami indikasikan ada penyalahgunaan biaya yayasan pada saat tahun 2013 untuk membeli tanah. Tanah itu uangnya diambil dari yayasan untuk membeli tanah, enggak tahunya empat tahun kemudian sertifikat tanah itu atas nama istrinya, bukan atas nama sekolah yayasan,” jelasnya.
Hingga sekarang Polres Metro Jakarta Selatan tetap menyelidiki temuan sekitar 995 senjata di yayasan sekolah tersebut, termasuk asal-usul dan kepemilikannya.
Polres Metro Jakarta Selatan menyelidiki temuan sejumlah senjata nan terdiri dari airgun dan beberapa jenis senjata api di salah satu ruangan sebuah yayasan sekolah di area Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Temuan pertama terjadi pada 10-11 Juli 2026 ketika pengurus yayasan membuka ruangan nan selama ini terkunci untuk kepentingan operasional sekolah. Dalam proses tersebut, yayasan meminta pendampingan Polres Metro Jakarta Selatan.
Pada 10 hingga 11 Juli 2026 tersebut ditemukan ratusan airgun, air rifle, ribuan peluru mimis dan satu pucuk nan diduga senjata api dan tetap dalam proses penyelidikan kepolisian.
Berdasarkan temuan terbaru Rabu (5/8) malam, pihak yayasan kembali menemukan sejumlah barang, ialah laras panjang, laras pendek, peredam, magasin, amunisi beragam kaliber, taser gun hingga perangkat kreator peluru. Selain peralatan berangkaian dengan senjata, pengurus juga menemukan sejumlah peralatan nan diduga berangkaian dengan narkotika dan CD porno.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·