Gubernur Jakarta Pramono Anung menetapkan tarif transportasi umum seperti Transjakarta (TransJ), KRL, hingga LRT Jabodebek jadi Rp 8 saat momen peringatan HUT ke-81 RI 17 Agustus nanti. Warga merasa senang, apalagi bagi penduduk setiap harinya menggunakan transportasi umum.
"Oh ya, senang alias senang banget. Satu jalan kan biasanya Rp 4.000, nah jadi Rp 8.000 bolak balik," kata Syaefurrahman Albanjary saat ditemui di Stasiun KRL Cawang, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).
Syaefurrahman mengapresiasi langkah KAI dan Pemprov DKI memberikan tarif unik saat momen hari besar. Namun dia berambisi ada tarif potongan nilai lainnya di hari alias momen lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syaefurrahman mengapresiasi tarif unik saat momen peringatan HUT ke-81 RI. Dia berambisi ada tarif potongan nilai lainnya di hari alias momen lainnya. (Taufiq S/detikcom)
"Ya jika tarif ya hari-hari besar misalnya gitu ya. Tarif hari-hari besar nasional turun sampai misalnya 60 persen alias 70 persen itu baguslah,
sebagai bagian dari corak kepedulian sosial PT KAI terhadap para commuter," jelasnya.
"Di hari biasa juga boleh, pokoknya hari-hari besar itulah. Tapi ya ini kita apresiasi lah. Tapi nan krusial saran saya sih tingkatkan pengamanan," sambungnya.
Warga lain, Prapto Panuju mengatakan tarif unik ini bagus untuk sekaligus mendorong penduduk menggunakan transportasi umum di Jakarta. Prapto nan berdomisili di Tebet juga berambisi tarif LRT dan MRT bisa diseragamkan alias hanya satu tarif saja.
"Bagus jika ada potongan nilai gini. Harusnya dari dulu juga sih. Kita juga harapannya tarifnya jadi satu nilai itu dari dulu. Jadi jika LRT ini harusnya disamakan alias setidaknya satu nilai dengan transportasi lainnya di DKI, ya itu memang harus. Supaya rakyat itu juga merasakan itu dan mereka bisa menggunakan itu," kata Prapto.
Prapto mengatakan tarif unik ini bagus untuk sekaligus mendorong penduduk menggunakan transportasi umum di Jakarta (Taufiq S/detikcom)
Meski begitu, Prapto senang dengan adanya potongan nilai di momen peringatan HUT RI. Dia berambisi transportasi umum di Jakarta dapat semakin maju.
"Senanglah pasti jika ada tarif. Kayak begini nih, memang bahwa ini prove tentang kemajuan DKI, iya, keren banget DKI. Cuma pricing pun perlu dipikirkan. Nggak tahu, mungkin jalurnya diperpanjang lagi alias gimana, tapi pricing nan belum connected. Harusnya jika ini bisa connected dengan apa namanya, dengan TransJakarta, biasanya itu namanya apa ya, Commuter Line, KRL, lampau kemudian Transjakarta, kan keren," ucapnya.
Tarif KRL hingga LRT Rp 8
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menetapkan tarif transportasi umum di Jakarta menjadi Rp 8 dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI. Tarif unik tersebut bertindak pada 17 Agustus 2026.
Pramono mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Tarif Rp 8 itu diseragamkan dengan tarif nan diputuskan oleh pemerintah pusat.
"Setelah kami berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan juga dengan Balai Kota, maka untuk tanggal 17 Agustus kami merevisi tarifnya tidak Rp 1, tetapi Rp 8," kata Pramono saat mengecek kesiapan LRT Jakarta di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (13/8).
Pramono menjelaskan perubahan tarif dari Rp 1 menjadi Rp 8 dilakukan agar tarif transportasi nan dikelola pemerintah pusat dan Pemprov DKI berbobot sama.
"Supaya tarif nan diputuskan alias dikelola oleh pemerintah pusat dengan pemerintah Jakarta sama," ujarnya.
Dengan demikian, seluruh tarif transportasi nan masuk dalam program unik peringatan HUT RI tersebut ditetapkan menjadi Rp 8. "Sehingga dengan demikian semua tarif dalam rangka peringatan 17 Agustus adalah Rp 8," lanjutnya.
Sebelumnya, dalam rangka merayakan HUT ke-81 RI, KAI memberikan tarif spesial untuk KRL Commuter Line dan LRT Jabodebek. Pelanggan dapat menikmati tarif Rp 8 pada 17 Agustus 2026.
Berdasarkan info resmi dari KAI, tarif Rp 8 untuk KRL Commuter Line dan LRT Jabodebek bertindak pada Senin (17/8) pukul 00.01-24.00 WIB.
(tsy/jbr)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·