Sebuah terpal disulap sebagai kolam lele dadakan untuk lomba memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di RT 04 RW 02, Kelurahan Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Senin (17/8).
Di tengah permukiman warga, terpal dibentangkan dan diisi air. Ikan lele kemudian dilepas ke dalamnya. Peserta melemparkan kail dan bersiap menunggu ikan menyambar umpan.
Konsep sederhana itu menjadi salah satu lomba nan paling menarik perhatian warga. Anak-anak hingga orang dewasa ikut mencoba keberuntungan mereka mendapatkan lele.
Ketua Pelaksana, Ahmad R. Ilham (18), mengatakan buahpikiran menggunakan terpal muncul lantaran keterbatasan. Tempat tinggal mereka tidak mempunyai kolam nan bisa digunakan.
"Untuk lomba mancing itu kita tidak menyediakan perangkat pemancingan dan umpannya (bawa) sendiri. Dan itu medianya kita membuatnya dari terpal. Dikarenakan di tempat kita tidak ada kolam, kita jadinya menggunakan terpal," jelas Ilham kepada kumparan, Senin (17/8).
Salah satu peserta, Mahesa (12), ikut mencoba lomba tersebut. Baginya, memancing lele di terpal justru menjadi pengalaman nan seru.
"Seru banget!" ujar Mahesa dengan semangat.
Mahesa juga mengikuti sejumlah lomba lain, mulai dari panjat pinang hingga estafet tepung. Ia memandang lomba mancing sebagai corak produktivitas penduduk lantaran bisa menghadirkan suasana memancing meski tanpa kolam sungguhan.
Lomba tersebut juga tidak sekadar mengejar ikan. Ilham mengatakan peserta dari beragam usia berkumpul dengan tujuan nan sama. Batas usia seakan lenyap ketika semua peserta sama-sama menunggu momen ikan menyambar umpan.
"Intinya kita mengejar satu tujuan nan sama," ujarnya.
Bagi panitia, kesederhanaan konsep justru menjadi bagian dari semarak seremoni kemerdekaan. Warga tidak kudu mempunyai akomodasi komplit untuk membikin perlombaan nan melibatkan banyak orang.
Di lingkungan RT 04 RW 02, lomba mancing lele akhirnya menjadi salah satu langkah penduduk mengisi seremoni kemerdekaan dengan berkumpul, bermain, dan berinteraksi.
Sederhana, hanya bermodal terpal, air, ikan lele, dan perangkat pancing. Namun dari kolam dadakan itu, penduduk Pulo Gebang menemukan langkah sendiri untuk membikin seremoni 17 Agustus tetap meriah.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·