Seleksi Terbuka Anggota Komisi Nasional Disabilitas 2026-2031 Dibuka 7 September

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Panitia seleksi umumkan seleksi terbuka Anggota Komisi Nasional Disabilitas (KND) periode 2026 - 2031 nan diketuai oleh Muhammad Nuh bakal resmi dibuka pada 7 September 2026 di Jakarta, Jumat (4/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Panitia Seleksi (Pansel) terbuka Jabatan Anggota Komisi Nasional Disabilitas (KND) mengumumkan seleksi resmi untuk periode 2026–2031 bakal dibuka pada 7 September 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh lima personil Panitia Seleksi dalam konvensi pers nan digelar di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Informasi mengenai tahapan dan persyaratan seleksi bakal diumumkan melalui situs web resmi Panitia Seleksi dan Komisi Nasional Disabilitas. Masyarakat nan berkeinginan mengikuti proses seleksi diimbau untuk mencermati seluruh ketentuan dan agenda nan telah ditetapkan.

Lima panitia seleksi mewakili dari unsur pemerintah, akademisi, praktisi, profesional, dan tokoh masyarakat nan terdiri dari Muhammad Nuh sebagai ketua panitia, dan empat personil ialah Bahrul Fuad, Ro'fah, Siswadi, dan Abdul Muis.

Calon personil KND bakal dipilih sebanyak 14 kandidat dan nantinya bakal diajukan ke Presiden untuk dipilih menjadi 7 personil nan terpilih.

"Ada delapan tahapan nan nantinya bakal dilalui, mulai dari tahapan pengumuman nan hari ini diumumkan sampai tahapan penetapan. Nanti bakal ditetapkan, diusulkan ke Presiden," ujar Muhammad Nuh.

Panitia seleksi umumkan seleksi terbuka Anggota Komisi Nasional Disabilitas (KND) periode 2026 - 2031 nan diketuai oleh Muhammad Nuh bakal resmi dibuka pada 7 September 2026 di Jakarta, Jumat (4/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Delapan tahapan tersebut terdiri pengumuman, pendaftaran, seleksi administrasi, tes kompetensi berbasis komputer (CAT), penulisan makalah, masukan publik dan uji publik, psikotes, wawancara serta tes kesehatan.

Muhammad Nuh juga menyampaikan dari kandidat nan mendaftar, bakal disaring menjadi 49 kandidat dan bakal menjalani uji publik oleh masyarakat.

Diharapkan nantinya masyarakat juga bisa memberikan masukan terhadap 49 kandidat tersebut.

"Termasuk kami pun juga melakukan cross check untuk mengetahui track record perjalanan dari para kandidat tadi itu. Dengan model demikian, Insya Allah kita harapkan kelak nan terpilih nan kita ajukan ke Pak Presiden kelak itu memang orang-orang nan sudah terseleksi, baik dari sisi manajemen maupun kompetensi dan keterwakilan," tambahnya.

Pihak panitia juga bakal melakukan tracking terhadap kandidat ke lembaga terkait. "Apakah pernah diadukan di Komnas Perempuan ke Komnas HAM ke KPK, KPAI dan juga ke  PPATK, jadi apakah nan kandidat ini kelak terlibat dalam gambling online atau pinjaman online itu juga bakal kita tracking. Jadi kita bakal mencoba semaksimal mungkin," jelas Bahrul Fuad.

Proses seleksi pada periode ini juga terdapat perbedaan dari periode sebelumnya ialah penambahan tahapan masukan publik dan uji publik.

"Masukan dari publik itu secara teknis nama-nama nan sudah mengerucut, kelak bakal diposting di website Panitia Seleksi, silakan semua masyarakat Indonesia memberikan masukan baik positif maupun negatif kepada nama-nama (kandidat) dan komentar itu hanya bisa dibaca oleh pansel," katanya.

Selain itu, untuk uji publik nan dilakukan oleh 49 kandidat nan terpilih bakal mempresentasikan visi dan misi mereka untuk menjadi personil KND.

"Silakan teman-teman dari masyarakat dan juga para aktivis, organisasi disabilitas, untuk datang dan juga menguji mereka, jadi pansel tidak menguji pada tahapan ini, dan pansel hanya mengamati," tambah Fuad. Sehingga, nan menjadi personil Komisi Nasional Disabilitas adalah pilihan masyarakat dan pansel hanya sebagai fasilitator.

Selanjutnya, personil pansel, Ro'fah mengatakan periode ini mau memastikan masukan dari masyarakat secara umum untuk sebisa mungkin kandidat anggota KND nan terpilih mewakili semua ragam disabilitas. "Mulai dari fisik, sensorik, kemudian, psikososial dan intelektual," katanya.

Panitia seleksi umumkan seleksi terbuka Anggota Komisi Nasional Disabilitas (KND) periode 2026 - 2031 nan diketuai oleh Muhammad Nuh bakal resmi dibuka pada 7 September 2026 di Jakarta, Jumat (4/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Pansel juga membuka masukan dari masyarakat termasuk organisasi penyandang disabilitas mengenai penyelenggaraan seleksi.

Panitia seleksi juga memastikan proses seleksi ini dibuat dengan memperhatikan aksesibilitas agar bisa menjangkau seluruh ragam disabilitas tersebut.

"Jadi kelak tanggal 7 (September) silakan saudara-saudara, masyarakat di seluruh Indonesia untuk bisa memandang persyaratan-persyaratan calon personil KND melalui website," ungkap Fuad.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan