Jakarta -
Sebanyak 1.361 calon taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas) mengikuti tahap tes kesamaptaan. Mereka diuji keahlian lari hingga push up.
"Pelaksanaan kesamaptaan untuk seleksi taruna-taruni Poltekimipas tahun 2026 ini Kemenimipas bekerja sama dengan Korps Brimob," ujar Kepala Bagian (Kabag) Perencanaan Anggaran Sekretariat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Muhammad Kaffi, dikutip dari situs resmi Kementerian Imipas, Rabu (21/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia turut memantau jalannya seleksi di Stadion Heri Sudrajat, Mako Korps Brimob Polri Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Tes kesamaptaan berjalan dalam 4 hari, ialah sejak 19 hingga 22 Oktober.
Tes kesamaptaan A berupa lari 12 menit. Lalu tes kesamaptaan B terdiri dari pull up/chinning, push up, sit up, dan shuttle run.
"Seleksi dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan akuntabel," tegas Kaffi.
Unsur pengawas dari Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenimipas turut menyaksikan jalannya proses seleksi. Salah satunya Auditor Ahli Madya Itjen Kemenimipas, Restianti, selaku petugas pengawas tes kesamaptaan hari ketiga.
"Tugas kami adalah melakukan pengawasan pada 4 titik, ada titik lari, ada pull up, sit up, dan shuttle run. Kita memandang sejauh mana jika ada komplain dari peserta kita bisa mengantisipasinya," ujar Restianti.
Peserta seleksi asal Jambi, Rayhan Arya membagikan pengalamannya mengikuti proses seleksi ini. Menurutnya, Kemenimipas telah menunjukkan profesionalismenya.
"Proses seleksi dari awal proses manajemen hingga kesamaptaan hari ini tuh sangat baik, pak. Semua proses seleksi melangkah dengan lancar dan terstruktur dengan baik," ujar pemuda 18 tahun ini.
(aud/eva)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·