Sekolah di Pesisir Cirebon Sering Dilanda Banjir Rob

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Sekolah di Pesisir Cirebon Sering Dilanda Banjir Rob Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mendatangi area pesisir nan sering diterjang banjir rob.(MI/NURUL HIDAYAH)

SEKOLAH di pesisir Kabupaten Cirebon mulai merasakan akibat banjir pasang air laut alias rob nan menerjang wilayah mereka.

Pengaruh rob diantaranya dialami siswa nan berguru di SDN Ambulu 3 Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon. Sekolah nan berada di area pesisir utara Cirebon itu menghadapi ancaman banjir rob nan makin sering terjadi.  

Kondisi tersebut berakibat pada lingkungan sekolah, kehadiran siswa, hingga proses pembelajaran.

“Saat air laut masuk ke lingkungan sekolah otomatis aktivitas di sekolah pun terganggu,” tutur Kepala SDN Ambulu 3, Syaotun, Rabu (10/6).

Tingkat kehadiran siswa juga menurun saat banjir  rob menggenangi rumah dan sekolah. Banjir rob menjadi tantangan nan semakin sering dihadapi sekolah dalam beberapa tahun terakhir.

Selain menghalang anak-anak bersekolah, banjir rob juga mengganggu mata pencarian orangtua siswa nan sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Saat cuaca ekstrem terjadi, maka hasil tangkapan menurun nan berakibat pada tekanan ekonomi rumah tangga juga ikut meningkat.

Peneliti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Irena mengatakan perubahan suasana tidak lagi hanya menjadi persoalan lingkungan hidup.  

“Dampaknya sekarang mulai mengganggu sektor pendidikan, terutama di wilayah pesisir nan mempunyai tingkat kerentanan lebih tinggi,” tuturnya.

Menurut dia, gangguan terhadap akses pendidikan dapat muncul melalui beragam jalur, mulai dari kerusakan lingkungan sekolah, terganggunya akses transportasi, hingga penurunan kondisi ekonomi keluarga.

"Kasus di wilayah pesisir menunjukkan akibat perubahan suasana berpengaruh terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak," tuturnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian lantaran anak-anak merupakan golongan nan paling rentan terhadap akibat lanjutan krisis iklim.  Ketika gelombang banjir rob meningkat alias cuaca ekstrem semakin sering terjadi, akibat terganggunya proses belajar juga bakal semakin besar.


Kebijakan berbasis data


Sementara itu Kepala Bidang Riset dan Inovasi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cirebon, Eva Musyaerofah mengakui perlunya kebijakan berbasis info untuk melindungi golongan rentan, termasuk anak-anak di area pesisir.

"Dampak perubahan suasana terhadap pendidikan memerlukan pendekatan lintas sektor lantaran persoalan nan muncul tidak hanya berangkaian dengan sekolah, tetapi juga lingkungan, infrastruktur, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat," jelasnya.

Hingga sekarang Kabupaten Cirebon belum mempunyai peta penyesuaian pendidikan secara unik untuk memetakan kerentanan sekolah terhadap akibat perubahan suasana maupun langkah mitigasi nan kudu dilakukan. Sejumlah pendapat mulai muncul, antara lain penyesuaian almanak akademik pada wilayah terdampak, pengembangan metode pembelajaran nan lebih elastis saat terjadi gangguan cuaca, serta penguatan pendidikan perubahan suasana di sekolah.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia