Wali Kota Cirebon, Effendi Edo memandang dari dekat penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah.(MI/NURUL HIDAYAH)
SEJUMLAH komoditas lenyap diborong masyarakat dalam penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Cirebon.
GPM digelar di Lapangan Kesambi Dalam, Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Kamis (3/9). Salah satu produk pangan nan ramai diborong masyarakat ialah komoditas daging sapi.
"Saya hari ini bawa stok 30 kilo, habis," kata Eka seorang pedagang di GPM tersebut.
Bahkan, lanjutnya, dirinya sampai mengambil kembali stok daging sapi dan kembali lenyap dibeli masyarakat nan datang ke GPM tersebut.
“Daging sapi nilai normalnya Rp160 ribu per kilogram tapi disini lantaran dapat subsidi hanya dijual Rp130 ribu per kilogram,” tandasnya.
Adanya perbedaan nilai nan cukup tinggi membikin produk daging sapi pun ramai dibeli masyarakat. Selain itu produk pangan nan banyak dibeli ialah ayam pangkas nan dijual Rp35 ribu per kilogram padahal nilai di pasaran mencapai Rp38 ribu per kilogram. Ada pula beras premium nan dijual Rp 74.500 ukuran 5 kg dan produk lainnya.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo menjelaskan sejumlah komoditas seperti daging ayam, beras dan lainnya mengalami sedikit kenaikan harga. “Tapi tetap kita jaga, salah satunya melalui GPM ini,” tuturnya.
Menurut dia, selisih nilai antara GPM dan pasar menjadi salah satu parameter krusial faedah aktivitas tersebut bagi masyarakat. Seperti ayam, komoditas nan di pasar dijual sekitar Rp38 ribu, dalam aktivitas GPM dapat diperoleh dengan nilai sekitar Rp35 ribu.
Edo juga menepis dugaan bahwa aktivitas GPM sunyi hanya lantaran aktivitas pembeli tidak terlihat seperti pasar tradisional.
"Ini kan tidak seperti layaknya pasar umum ya alias pasar tradisional. Kadang-kadang mereka jika sudah membeli kebutuhannya sudah dapat, mereka langsung pulang. Jadi kelihatannya sepi," ujarnya.
Dia mengungkapkan bahwa kesiapan komoditas dari mulai minyak goreng, beras dan komoditas lainnya cukup banyak.
"Bahkan penjual ayam tadi pagi jam 7 itu dia bawa 100 kilogram, sekarang sudah habis," jelasnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nilai di pasar dengan nilai jual komoditas pangan di GPM selisihnya jauh berbeda.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·