Sedang Tren di Korea, Diet Apel dan Selai Kacang Diklaim Bantu Kendalikan Nafsu Makan

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Sedang Tren di Korea, Diet Apel dan Selai Kacang Diklaim Bantu Kendalikan Nafsu Makan Ilustrasi(Magnific)

TREN diet nan dijalani sejumlah selebriti Korea Selatan tengah menjadi perbincangan di media sosial. Pola makan tersebut dikenal sebagai diet apel dan selai kacang, ialah mengombinasikan irisan apel dengan selai kacang murni sebagai menu sarapan alias camilan harian.

Diet ini disebut-sebut menjadi salah satu rahasia menjaga berat badan ideal bagi sejumlah figur publik Korea. Aktris Korea Go Yoon-jung hingga Lee Ji-won alias Autumn dari grup IVE termasuk nama nan dikaitkan dengan pola makan tersebut.

Meski terdengar sederhana, kombinasi kedua makanan tersebut mempunyai argumen ilmiah nan cukup kuat. Selai kacang mengandung protein dan lemak nan dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Kondisi ini membikin seseorang condong tidak mudah lapar dan dapat mengurangi kemauan mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat alias camilan berlebihan.

Selain itu, selai kacang kaya bakal lemak tak jenuh nan berkedudukan dalam membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Ketika kadar gula darah naik dan turun secara drastis, tubuh bakal memproduksi insulin dalam jumlah besar. Produksi insulin nan berlebihan dapat mendorong penyimpanan lemak dan meningkatkan akibat kenaikan berat badan.

Di sisi lain, apel merupakan buah dengan indeks glikemik rendah, ialah sekitar 24. Angka tersebut membikin apel tergolong makanan nan tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Kandungan serat nan tinggi pada apel juga membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh.

Kombinasi apel dan selai kacang dinilai bisa memberikan pengaruh dobel dalam menjaga kestabilan gula darah sekaligus mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Karena argumen itulah, banyak orang menjadikan menu ini sebagai bagian dari program pengelolaan berat badan.

Tidak Boleh Dikonsumsi Berlebihan

Meski mempunyai sejumlah manfaat, para mahir mengingatkan diet apel dan selai kacang bukan berfaedah dapat dikonsumsi tanpa batas.

Profesor dari Departemen Kedokteran Keluarga International St. Mary's Hospital, Catholic Kwandong University di Korea, Kim Sun-hyun menjelaskan bahwa selai kacang memang mempunyai akibat nan lebih mini terhadap kenaikan gula darah dibandingkan makanan manis. Namun, konsumsi berlebihan tetap dapat menimbulkan masalah kesehatan.

"Walaupun selai kacang tidak meningkatkan gula darah sebesar makanan nan mengandung banyak gula, konsumsi berlebihan tetap bakal menambah asupan kalori, menyebabkan kenaikan berat badan, dan dapat memicu penyakit hati berlemak alias fatty liver," ujarnya dikutip dari laman The Standard.

Ia juga menjelaskan bahwa apel mengandung fruktosa nan diproses oleh hati. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan secara terus-menerus, fruktosa juga berpotensi meningkatkan akibat perlemakan hati.

Karena itu, para mahir menyarankan agar diet ini dilakukan dengan porsi nan tepat. Konsumsi selai kacang sebaiknya dibatasi sekitar dua sendok teh mini per hari dan dipadukan dengan irisan apel segar.

Pilih Selai Kacang Murni

Hal lain nan perlu diperhatikan adalah pemilihan produk selai kacang. Banyak produk nan dijual di pasaran mengandung tambahan gula, garam, minyak, maupun bahan pengawet.

Untuk mendapatkan faedah nan lebih optimal, masyarakat disarankan memilih selai kacang murni dengan kandungan 100% kacang tanah tanpa tambahan gula. Penggunaan selai kacang nan sudah dicampur gula justru dapat meningkatkan asupan kalori dan mengurangi faedah diet nan diharapkan.

Diet apel dan selai kacang dapat menjadi salah satu pilihan pola makan nan membantu mengendalikan rasa lapar dan menjaga kestabilan gula darah. Namun, seperti pola diet lainnya, keberhasilannya tetap berjuntai pada pengaturan porsi makan, aktivitas bentuk nan cukup, serta penerapan style hidup sehat secara keseluruhan. (The Standard/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia