Sedang Bersepeda di Dekat Rumah, Anak Ini Tertabrak Motor hingga Kejang

Sedang Trending 50 menit yang lalu
Ilustrasi anak ditabrak. Foto: Jan H Andersen/Shutterstock

Kecelakaan yang dialami anak terkadang tidak langsung menunjukkan indikasi serius. Kondisi ini juga dialami Sky (7 tahun), anak pertama dari seorang ibu berjulukan Caroline Pramantie.

Sky mengalami kecelakaan setelah ditabrak sepeda motor saat menyeberang di dekat taman area rumahnya. Saat kejadian, Sky ditemani pengasuh nan mengira anak tersebut hanya terjatuh lantaran tidak mengetahui adanya kendaraan nan menabraknya.

Sesampainya di rumah, sang ibu hanya memandang luka ringan di tangan Sky. Saat ditanya apakah merasa pusing alias kepalanya terbentur, Sky juga menjawab tidak.

instagram embed

Orang tua Sky apalagi sempat mengecek rekaman CCTV untuk mengetahui kejadian nan sebenarnya. Namun, mereka tidak menemukan rekaman nan dapat membantu memperjelas kecelakaan tersebut.

Sekitar 30 menit kemudian, kondisi Sky tiba-tiba memburuk. Pandangannya terlihat kosong dan dia mengalami tegang pada satu sisi tubuh. Bibirnya juga tampak miring ke kiri, mulut berbusa, hingga akhirnya kehilangan kesadaran. Sky kemudian segera dilarikan ke IGD.

Didiagnosis Gegar Otak dan Dirawat di PICU

Ilustrasi ibu menemani anak sakit. Foto: Shutterstock

Sesampainya di rumah sakit, master menemukan benjolan besar di bagian kanan kepala Sky. Ia kemudian didiagnosis mengalami concussion alias gegar otak dan menjalani perawatan selama sekitar satu minggu di Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

“Selama di RS nggak diterapi gimana-gimana, hanya pengobatannya dikasih antibiotik sama obat anti kejang,” ucap sang ibu kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Dokter juga melakukan pemeriksaan Elektroensefalografi (EEG) untuk merekam aktivitas listrik alias gelombang otaknya, mengingat Sky sempat mengalami tegang pada satu sisi tubuh.

instagram embed

Kini kondisi Sky berangsur membaik. Namun, dia tetap belum diperbolehkan kembali bersekolah.

Anak Tampak Baik-baik Saja Setelah Benturan, Apakah Aman?

Menanggapi kasus tersebut, Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa anak tetap perlu dipantau setelah mengalami tumbukan kepala meski awalnya tampak baik-baik saja.

Orang tua dapat memeriksa bagian kepala nan terbentur, termasuk apakah terdapat jejas alias memar, benjolan alias pembengkakan, luka, maupun perdarahan. Namun, orang tua perlu segera membawa anak ke IGD andaikan muncul tanda-tanda bahaya, yakni:

Anak mau muntah. Foto: Shutterstock

- Penurunan kesadaran

- Kejang

- Muntah berulang

- Sakit kepala nan semakin berat

- Mengantuk berlebihan

- Bingung alias perubahan perilaku

- Gangguan penglihatan/keseimbangan

- Keluar darah/cairan dari hidung maupun telinga

“Terlebih jika tumbukan terjadi akibat kecelakaan lampau lintas alias sistem tumbukan cukup keras. Anak nan terlihat baik-baik saja sesaat setelah kecelakaan belum tentu berfaedah tidak mengalami cedera kepala serius. Beberapa indikasi dapat muncul beberapa waktu kemudian,” ucap dr. Aisya saat dihubungi kumparanMOM, Selasa (11/8).

Ilustrasi anak sakit kepala. Foto: Shutterstock

Kenali Tanda Gegar Otak pada Anak

Menurut dr. Aisya, tanda gegar otak dapat berupa sakit kepala, pusing, mual alias muntah, gangguan keseimbangan, hingga penglihatan kabur.

Anak juga bisa menjadi lebih sensitif terhadap sinar alias suara, tampak bingung alias melamun, susah berkonsentrasi, memberikan respons lebih lambat, mengalami perubahan perilaku, hingga perubahan pola tidur.

Ilustrasi Balita Menangis Foto: AJP/Shutterstock

Sementara pada bayi dan balita, tanda-tandanya dapat lebih samar. Misalnya, anak menjadi lebih rewel, tidak mau makan alias minum, tidak tertarik bermain, alias tampak berbeda dari biasanya.

“Jadi, setelah tumbukan kepala, orang tua jangan hanya memandang ada alias tidaknya luka di luar. Pantau juga kesadaran, perilaku, dan kondisi neurologis anak. Bila muncul tanda bahaya, segera ke IGD,” pungkas dr. Aisya.

kumparan post embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan