Presiden Prabowo Subianto menyarankan DPR RI membuka kesempatan dwi kebangsaan alias kebangsaan dobel secara terbatas bagi talenta-talenta Indonesia nan dinilai mempunyai skill spesial dan dibutuhkan negara. Ia pun mengusulkan perubahan undang-undang.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada penyampaian Nota Keuangan 2026 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8).
Prabowo mengatakan Indonesia mempunyai jutaan diaspora nan di antaranya merupakan ilmuwan, dokter, insinyur, mahir kepintaran buatan, peneliti, pengusaha, seniman, hingga atlet kelas dunia.
"Kesepuluh, hari ini saya sampaikan ke Dewan saran pemerintah Indonesia, saran kami untuk kita izinkan dwi kebangsaan bagi talenta-talenta tertentu nan dibutuhkan oleh bangsa Indonesia," kata Prabowo.
Menurutnya, sebagian diaspora Indonesia terpaksa mengambil kebangsaan negara lain lantaran tuntutan karier, keluarga, maupun pengabdian di luar negeri.
"Indonesia mempunyai jutaan diaspora. Di antara mereka terdapat intelektual nan hebat-hebat, dokter, insinyur, mahir kepintaran buatan, peneliti, pengusaha, seniman, atlet, terutama pemain bola, ahli kelas dunia," ujarnya.
"Sebagian terpaksa mengambil kebangsaan lain lantaran kebutuhan karier, keluarga, alias pengabdian mereka di luar negeri," lanjut Prabowo.
Prabowo menilai Indonesia tidak semestinya memaksa talenta-talenta tersebut memilih antara kesempatan untuk berkecimpung di bumi dengan ikatan mereka terhadap tanah air.
"Kita tidak boleh memaksa talenta terbaik Indonesia memilih antara kesempatan berkarya di bumi dan ikatan mereka kepada tanah air," tegasnya.
Karena itu, pemerintah bakal mengusulkan perubahan undang-undang kepada DPR untuk membuka ruang kebangsaan dobel secara terbatas bagi perseorangan dengan talenta spesial nan dapat memberikan kontribusi besar bagi kepentingan nasional.
"Hari ini pemerintah bakal mengusulkan kepada sidang nan terhormat ini perubahan undang-undang untuk membuka kebangsaan dobel secara terbatas bagi mereka nan mempunyai talenta spesial dan dapat memberi sumbangan luar biasa bagi kepentingan nasional," kata Prabowo.
Prabowo menegaskan kebijakan tersebut bakal dirancang secara selektif dan terukur. Penerapannya juga bakal disertai sistem uji integritas, tanggungjawab nan jelas, serta perlindungan terhadap keamanan dan kepentingan negara.
"Kebijakan ini bakal kita rancang dengan selektif terukur, disertai uji integritas, tanggungjawab nan jelas, serta perlindungan penuh terhadap keamanan dan kepentingan negara," tandas dia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·