Sedan Listrik Mazda 6e Terdaftar di RI, Punya NJKB Rp 400 Jutaan

Sedang Trending 6 jam yang lalu
Mobil listrik Mazda 6e. Foto: Dok. Mazda

Mazda tampaknya semakin serius menggarap pasar mobil listrik di Indonesia. Setelah menghadirkan MX-30 dalam jumlah terbatas, sekarang nama Mazda 6e muncul dalam daftar Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), mengindikasikan kesempatan kehadiran sedan listrik tersebut di Tanah Air.

Mobil listrik Mazda 6e alias EZ-6 sudah terdaftar di Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2026 dengan besaran Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) mulai Rp 413 juta.

Sebagai catatan, nomor NJKB bukan menjadi referensi nilai jual nan bakal ditebus konsumen. Sebab, belum termasuk besaran sejumlah komponen pajak.

NJKB Mazda 6e. Foto: dok. Permendagri

Mazda 6e lahir di China pada Oktober 2024 lalu, hasil dari kerja sama antara Mazda dan Changan Automobile. Menghasilkan sedan full listrik nan mengisi posisi Mazda 6.

Kendati dirancang berbareng pabrikan Tiongkok, Mazda 6e tetap mengusung karakter Kodo Design sebagai karakter unik Mazda. Walau dengan pendekatan nan lebih futuristik.

Mobil listrik Mazda 6e. Foto: Dok. Mazda

Fascia depan tetap mengangkat ornamen grill besar, namun tertutup. Menariknya, ada perincian LED nan mengelilingi grill tersebut, kemudian terhubung ke cluster lampu utama.

Geser ke samping, siluetnya mengalir selaras hingga ke belakang. Lekuk bodi streamline membuatnya terkesan aerodinamis. Sektor kaki-kaki pun tampak kokoh, utamanya berkah pelek 19 inci two-tone nan diadopsinya.

Mobil listrik Mazda 6e. Foto: Dok. Mazda

Sektor buritan pun tetap ‘Mazda’. Ada lampu dengan dua lingkaran nan dihubungkan dengan LED memanjang. Kemudian di bibir bagasi tersemat active spoiler untuk meningkatkan figur aerodinamika.

Meski terlihat seperti sedan, pintu bagasi Mazda 6e terbuka hingga bagian kaca. Sehingga, dia bisa disebut sebagai liftback. Adapun bagasi tersebut punya kapabilitas 336 liter dan bisa dimaksimalkan hingga 1.074 liter.

Mobil listrik Mazda 6e. Foto: Dok. Mazda

Masuk ke kabin, cita rasa pengembangan ala Tiongkok baru terasa. Minim tombol fisik, layar besar 14,6 inci di tengah sebagai pusat intermezo dan pengaturan, serta panel instrumen 10,2 inci full layar.

Bukan hanya itu, layout konsol tengah tinggi dan floating disertai dua slot wireless smartphone charger turut memperkuat identitasnya sebagai ‘blasteran’ Jepang-Tiongkok.

Meski begitu, interior Mazda 6e tidak bisa dipandang negatif. Aura premum terpancar dari penggunaan material kulit berwarna tan berpadu hitam. Menciptakan atmosfer mewah namun tetap bergerak unik Mazda.

Jarak tempuh 560 kilometer

Mobil listrik Mazda 6e. Foto: Dok. Mazda

Spesifikasi teknis Mazda 6e cukup kompetitif. Ia punya baterai 78 kWh dengan daya tempuh 560 kilometer dalam satu kali cas. Kemampuan DC fast charging Mazda 6e bisa mengisi daya dari 30-80 persen hanya dalam 15 menit.

Tenaga nan dihasilkan dari motor penggerak di sumbu roda belakang mencapai 254 dk dan torsi 290 Nm. Format tersebut cukup berbeda dibandingkan kebanyakan Mazda modern nan mengangkat penggerak roda depan.

Apabila dipasarkan di Indonesia, Mazda 6e jadi model BEV Mazda kedua setelah Mazda MX-30. Nampaknya, Mazda 6e bisa diterima oleh konsumen di segmen premium sebagai sedan VIP.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan