SBY Terima Kasih ke Prabowo Usai Rupiah Menguat: A Good Beginning

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri upacara peringatan HUT ke-80 TNI di Monas, Jakarta, Minggu (5/10/2025). Foto: Instagram/ @agusyudhoyono

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengapresiasi mobilitas sigap pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam menstabilkan situasi ekonomi nasional. SBY menilai intervensi dari otoritas finansial sukses membikin pasar saham dan Rupiah menguat kembali.

"Alhamdulillah, ada 'good news' untuk kita semua. Dua hari ini, 9-10 Juni 2026, Rupiah dan IHSG menguat secara signifikan. Selamat dan terima kasih untuk negara dan pemerintah. Semoga ini merupakan awal dan pertanda baik ~ 'a good beginning',"tulis SBY dalam keterangan unggahan, Rabu (10/6).

SBY juga menyoroti peran krusial dari kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemerintah saat ini tetap mempunyai kendali penuh untuk meredam tekanan ekonomi.

"Pemerintah, tentunya pemimpin kita Presiden Prabowo Subianto, tetap mempunyai sumber daya politik dan ekonomi untuk mengatasi tekanan ekonomi nan kita rasakan saat ini. Masih tersedia opsi dan solusi dari otoritas moneter dan fiskal kita,” ujarnya.

Ia kemudian menambahkan bahwa keputusan nan diambil oleh Bank Indonesia dan pemerintah sudah sangat tepat. Langkah tersebut terbukti efektif dalam menyetop tren pelemahan finansial negara nan sebelumnya sempat merosot tajam secara beruntun.

"Pemerintah sukses menghentikan proses pelemahan Rupiah dan IHSG nan terjadi secara sistematis (berturut-turut) dalam jumlah nan besar. Itulah sebabnya kebijakan nan dijalankan oleh Bank Indonesia, tentunya bersinergi dengan pemerintah, menjadi salah satu aspek positif dalam menghentikan rontoknya Rupiah dan IHSG," jelas SBY.

Kendati situasi saat ini mulai membaik, SBY tetap mengingatkan agar pemerintah tidak lengah. Ia meminta pemerintah untuk terus konsisten melakukan langkah pengamanan berkala lantaran kondisi perekonomian bumi ke depan diprediksi tetap bakal terus berubah-ubah.

“Ke depan, hari-hari mendatang, kita berambisi Pemerintah terus melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi. Menyehatkan APBN kita. Membatasi dan mengendalikan jumlah utang pemerintah. Mencegah terjadinya kenaikan nilai peralatan dan jasa nan bisa memukul kehidupan rakyat. Mempulihkan kembali kepercayaan investor. Meningkatkan komunikasi nan lebih efektif sehingga kebijakan dan langkah pemerintah dimengerti oleh rakyat dan ‘market’. Menghentikan beragam spekulasi dan ketidakpastian,” kata SBY.

Lebih lanjut, SBY juga menekankan bahwa konsentrasi utama pemerintah nan tidak boleh diabaikan adalah melindungi perekonomian rakyat, terutama akibat kenaikan nilai BBM.

"Yang tidak kalah pentingnya, melindungi rakyat kita nan sangat terdampak dengan situasi ekonomi, termasuk akibat dari kenaikan nilai BBM," tambahnya.

Berdasarkan pengalamannya selama dua periode memimpin Indonesia, SBY memahami betul bahwa memulihkan sebuah ekosistem ekonomi nan sedang bergolak bukanlah perkara mudah dan memerlukan waktu.

"Saya tahu, lantaran kenyang dalam menangani tekanan ekonomi seperti ini ketika memimpin Indonesia dulu, semua ikhtiar pemerintah ini tentu memerlukan waktu," ungkap SBY.

Oleh lantaran itu, pada akhir pernyataannya, SBY membujuk komponen publik untuk berasosiasi dan memberikan support pada pemerintah dalam menangani perekonomian nasional.

“Perlu support publik nan lebih kuat. Ingat, ‘in crucial thing, unity’. ‘In important thing, dialogue’, pungkasnya.

Sebelumnya, nilai tukar mata duit Rupiah sempat melemah drastis hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah di level Rp18.234 per dolar AS pada perdagangan intraday. Menanggapi gejolak tersebut, Bank Indonesia langsung melakukan intervensi di pasar finansial dan memperketat patokan pembelian dolar maksimal USD 25.000 per bulan tanpa arsip underlying. Berkat langkah ini, nilai tukar Rupiah perlahan stabil dan menguat kembali ke kisaran Rp17.971 hingga Rp18.000 per dolar AS pada penutupan perdagangan.

Sementara itu, pasar saham lewat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sempat ambruk parah ke level 5.340 lantaran tekanan jual nan masif. Namun, situasi berbalik setelah DPR menggelar pertemuan dengan pihak perbankan untuk membahas wacana stabilisasi pasar dan buyback saham, nan membikin IHSG langsung melonjak tajam 7,57% ke level 5.746 pada hari berikutnya. Tren penguatan ini terus bersambung hingga ditutup di level 5.902, mencatatkan total kenaikan saham lebih dari 10% dalam dua hari perdagangan. Secara makro, pemerintah menyatakan kondisi finansial negara lewat APBN tetap sehat dengan pertumbuhan ekonomi kuartal I di nomor 5,61% dan inflasi terkendali di nomor 3,08%.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan