Savana Gunung Bromo Menghitam Akibat Kebakaran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

CNN Indonesia --

Hamparan savana di area wisata Gunung Bromo yang biasanya menghijau sekarang berubah menghitam usai kebakaran rimba dan lahan nan terjadi sejak Senin (3/8) lalu. Kebakaran nan hingga sekarang tetap menyisakan titik api di sejumlah letak tersebut telah menghanguskan ratusan hektare vegetasi di area taman nasional itu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur, Satriyo Nurseno mengatakan, luas area nan terbakar mencapai sekitar 176,2 hektare dan tetap berpotensi bertambah. Sementara proses pemadaman terus berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Luas area terbakar: kurang lebih 176,20 hektare, info berkembang," kata Satriyo, Sabtu (8/8).

Kawasan Blok Bantengan, Blok Watu Gede, dan Pusung Jantur nan biasanya menjadi salah satu daya tarik utama visitor untuk berpotret maupun menikmati pemandangan savana hijau itu, sekarang tampak gersang dengan hamparan abu dan jejak terbakar.

Satriyo kemudian merinci sejumlah vegetasi nan ikut gosong akibat kebakaran, nan menjadi karakter unik lanskap savana di kaki Gunung Bromo.

"Vegetasi terdampak ialah pinus gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar," ujarnya.

Kondisi ini turut berakibat pada aktivitas wisata, mengingat Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) telah menutup sebagian area wisata sejak 3 Agustus 2026 malam hingga waktu nan belum ditentukan.

Titik api saat ini dilaporkan tetap berada di wilayah timur kawasan, mendekati arah Bukit B29. Sementara itu, titik api di wilayah utara Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, serta di Bukit Jantur dilaporkan telah padam meski kepulan asap tetap terlihat.

"Titik api berada di wilayah timur mendekati arah Bukit B29. Sementara itu, titik api di wilayah utara Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura serta di Bukit Jantur telah padam, namun tetap terlihat kepulan asap," kata Satriyo.

Satriyo juga menyebut, kontur lereng kaldera nan terjal dan kondisi angin kencang menjadi hambatan utama proses pemadaman di letak tersebut.

"Titik api terpantau berada di lereng Kaldera Bromo nan mempunyai kontur terjal dan kondisi angin kencang," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, pihaknya belum melakukan penghitungan kerugian akibat kerusakan vegetasi maupun akibat ekologis dari kebakaran tersebut. Ia menyebut, proses penghitungan itu memerlukan kajian dari tenaga ahli.

"Itu belum kita hitung juga, lantaran ada mahir nan menghitung kerugian. Baik itu kerugian dari tanaman, rumput dan lain-lain. Itu butuh ahli," kata Rudijanta.

Tim campuran nan terdiri dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Lumajang, TNBTS, Polhut, dan relawan peduli api hingga sekarang tetap melanjutkan upaya pemadaman di sejumlah titik nan tetap berpotensi menyala.

Upaya pemadaman dilakukan BPBD dan petugas campuran dengan menggunakan satu unit truk pemadam kebakaran, satu unit truk tangki BPBD Jatim, satu unit mobil L300 bermuatan tandon air, satu unit drone water spray serta helikopter water bombing berjenis PK-DBM milik BNPB.

(frd/asr)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional