Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menegaskan terbuka terhadap usulan baru pendirian kediaman sementara (huntara) dan daftar penerima baru biaya tunggu kediaman (DTH) untuk penyintas musibah hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Hal itu diungkapkan Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh Safrizal ZA saat menjelaskan usulan penambahan 97 huntara dari Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi. Huntara itu bakal diperuntukkan bagi masyarakat Aceh Tamiang, nan sebelumnya sempat mengungsi ke luar wilayah dan sekarang mulai kembali ke tempat tinggal semula.
"Sepanjang tetap ada masyarakat nan melapor butuh huntara sesuai kategori, tetap bakal diproses. Tidak mungkin ditutup meski terlambat, itu rakyat kita juga," kata Kepala Posko Wilayah Satgas PRR, Safrizal ZA, di Aceh Besar, Selasa (7/4).
Safrizal menegaskan, kendati usulan penambahan huntara terbaru diajukan belakangan, Satgas PRR tetap bakal mengakomodir dengan terlebih dulu melakukan verifikasi lapangan mengenai kerusakan rumah dan kepastian lahan huntara.
"Usul untuk Bupati Aceh Tamiang segera kita proses, kita cek, lantaran sudah diserahkan by nama by address nya, kelak kita cocokkan dengan info BPS dan NIK, nan berkuasa tentu bakal segera kita bangunkan," kata Safrizal nan juga Direktur Jenderal Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri.
Selain itu, Safrizal juga mempersilakan pemerintah wilayah lain nan mau mengusulkan penerima DTH baru, sebagaimana nan dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Sebab, dia menegaskan, pemerintah tidak menutup pemutakhiran info untuk mengantisipasi penyintas musibah luput dari pendataan.
Sebagai informasi, info Satgas PRR per 9 April, mencatat jumlah huntara nan sudah rampung dibangun di tiga provinsi terdampak mencapai 18.678 unit dari total 20.378 unit nan bakal dibangun dengan capaian progres 91 persen.
Rinciannya, di Provinsi Aceh sebanyak 16.853 huntara sudah rampung dibangun, dari total 18.524 huntara nan bakal dibangun alias mencapai progres 90 persen. Di Sumut, sebanyak 995 unit sudah rampung dibangun, dari total 1.024 nan bakal dibangun alias mencapai progres 97 persen. Kemudian di Sumbar, dari total 830 unit nan bakal dibangun, telah seluruhnya rampung dibangun.
Di sisi lain, Satgas PRR juga menggelontorkan DTH bagi penyintas musibah nan tidak memilih tinggal di huntara. Besaran support DTH nan dikucurkan adalah Rp600.000 per bulan untuk jangka waktu tiga bulan, sehingga setiap kepala family menerima biaya sebesar Rp1,8 juta.
Hingga saat ini, seluruh rekening penerima DTH telah menerima transfer biaya dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen untuk 14.750 penerima di tiga provinsi. Adapun rinciannya, di Aceh terdiri dari 8.684 penerima, Sumut 4.162 penerima, dan di Sumbar 1.904 penerima.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyatakan strategi percepatan pembangunan huntara dan huntap merupakan langkah untuk memberikan kediaman layak kepada penyintas bencana.
"Pendirian huntap (tetap) nan kudu menjadi prioritas paling utama, lantaran masyarakat tentu kita harapkan gak perlu terlalu lama di huntara, masing-masing sudah mengharapkan pemerintah membangun kediaman untuk rumah untuk mereka," kata Tito usai Rapat Koordinasi Tim Pengarah Satgas PRR di Kompleks Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (6/4).
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·