Pelatih Juventus Luciano Spalletti(Dok AFP)
JUVENTUS kudu menelan pil pahit usai mengalami kekalahan perdana mereka musim ini di markas Sassuolo.
Bertandang ke Mapei Stadium pada laga lanjutan Serie A, Senin (15/9), Si Nyonya Tua dipaksa menyerah dengan skor tipis 2-3 lewat drama gol pada menit-menit akhir pertandingan.
Dalam laga itu, bek timnas Indonesia Jay Idzes turut tampil memihak Sassuolo dan diganjar nilai 7,2 jenis FotMob.
Juventus sejatinya datang dengan kondisi terpincang-pincang akibat absennya sembilan pemain pilar. Ambisi besar untuk membawa pulang tiga poin di tengah krisis pemain justru menjadi bumerang.
Pelatih Juventus Luciano Spalletti mengakui bahwa keputusannya menuntut para pemain tampil terlalu menyerang di akhir laga berujung fatal.
"Para pemain mencoba untuk menang dan saya mendorong mereka. Namun mungkin mereka terlalu menuruti petunjuk saya secara harfiah. Terlalu banyak dari mereka nan maju untuk menang," kata Spalletti dikutip dari AFP.
Meski kudu kehilangan poin penuh, pembimbing kawakan tersebut enggan larut dalam kekecewaan dan memilih mengambil pelajaran dari keberanian anak asuhnya.
"Namun kita juga kudu mengambil sisi positifnya. Ini semua berasal dari kemauan untuk menyelesaikan pertandingan," kata Spalletti.
Di sisi lain, kemenangan dramatis ini disambut sukacita oleh kubu tuan rumah. Pelatih Sassuolo Alberto Aquilani menyoroti mentalitas serta keberanian pasukannya nan tak gentar menghadapi nama besar sang lawan.
"Yang paling memuaskan dari kemenangan ini adalah keberanian nan kami tunjukkan. Itu bisa memberi kepercayaan lebih kepada para pemain," ujar Aquilani. (AFP/Football Italia/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·