Merek Mobil China Makin Gencar di Pasar RI, Ini Respons Toyota

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Persaingan industri otomotif Indonesia semakin ketat seiring masuknya sejumlah merek asal China, terutama di segmen kendaraan elektrifikasi. Toyota-Astra Motor (TAM) mengakui kehadiran para pemain baru tersebut turut membikin perebutan pasar semakin sengit.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan kehadiran merek China pada dasarnya memberikan pilihan teknologi dan produk nan lebih beragam bagi konsumen Indonesia.

"Pada dasarnya kita sangat berterima kasih bahwa pesaing datang dengan produk-produk nan produk unggulan mereka. Ini berfaedah kan menambah semangat kejuaraan untuk menghadirkan produk terbaik buat customer," kata Bansar dalam Journalist Test Drive 2026 Toyota di Yogyakarta Selasa (15/9/2026).

Khusus untuk teknologi plug-in hybrid nan banyak diperkenalkan merek China, Toyota melihatnya sebagai produk nan menyasar preferensi konsumen nan berbeda dengan hybrid Toyota. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membikin penjualan Toyota tertekan.

"Kalau penjualan sebetulnya tidak ya, lantaran kita improve dibandingkan tahun lalu," ujar Bansar.

Meski demikian, secara keseluruhan pasar otomotif, masuknya banyak pemain baru membikin pangsa pasar nan sebelumnya diperebutkan sejumlah merek sekarang semakin terbagi.

"Karena secara pasar otomotif, nah itu mungkin iya, lantaran kan memang kuenya terbagi," kata Bansar.

Di segmen elektrifikasi, Toyota tetap menjadi salah satu pemain terbesar. Hingga Agustus 2026, Toyota menyatakan pangsa pasar elektrifikasinya berada di sekitar 23%.

"Sebetulnya elektrifikasi Toyota itu tetap nomor satu ya sampai Agustus. Kalau enggak salah market share 23%," ujarnya.

Hal itu ditopang oleh sejumlah model hybrid Toyota, termasuk Kijang Innova Zenix Hybrid dan Veloz Hybrid EV. Bansar menyebut Veloz Hybrid EV sekarang bisa mencatat penjualan sekitar 2.000 unit per bulan.

"Veloz Hybrid, ya, nan sudah mencapai 2.000 unit per bulan. Terus kemudian juga ada juga Zenix Hybrid, nan secara SPK lebih dari 2.000-an. Sehingga secara total combined hybrid kita kira-kira tetap nomor satu," katanya.

Bansar menilai kehadiran merek China tidak selalu berfaedah merebut konsumen Toyota. Sebagian konsumen justru mendapatkan pilihan baru sesuai dengan preferensi teknologi nan mereka inginkan.

"Dia tidak menyasar customer kita. Tapi itu merupakan choice nan dibagi untuk customer di Indonesia," kata Bansar.

(hoi/hoi) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News